TANGERANGNEWS.com – Maraknya parkir liar yang masih menjamur di berbagai titik Kota Tangerang dinilai menjadi penyebab bocornya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) miliaran rupiah.
Kondisi ini mendapat sorotan serius dari Komisi III DPRD Kota Tangerang yang mendesak PT Tangerang Nusantara Global (TNG) segera ambil alih.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Sumarti, menegaskan sektor perparkiran memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola secara profesional dan terintegrasi.
Namun hingga saat ini, masih banyak kantong parkir yang belum masuk dalam sistem resmi sehingga manfaat ekonominya belum dirasakan secara optimal oleh pemerintah kota.
"Masih banyak titik parkir yang belum tertata dan ada yang dikelola oleh pihak-pihak yang tidak jelas. Ini harus menjadi perhatian karena ada potensi pendapatan daerah yang belum tergarap maksimal," ujar Sumarti.
Menurutnya, Kota Tangerang sebagai daerah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi seharusnya mampu memperoleh pemasukan yang lebih besar dari sektor perparkiran.
Karena itu, Komisi III terus mendorong PT TNG untuk bergerak cepat melakukan inventarisasi sekaligus penataan lokasi-lokasi parkir yang selama ini belum terkelola secara resmi.
Sumarti mengungkapkan, pihaknya selama ini rutin berdiskusi dengan PT TNG untuk mencari terobosan dalam meningkatkan PAD. Salah satu sektor yang dinilai paling menjanjikan adalah pengelolaan parkir yang tersebar di pusat perdagangan, kawasan usaha, hingga fasilitas umum.
Ia menilai, keberadaan parkir liar bukan hanya berdampak pada hilangnya potensi pendapatan daerah, tetapi juga memicu ketidaktertiban di ruang publik. Oleh sebab itu, penataan parkir harus dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Tangerang juga akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang menjadi dasar hukum pengelolaan jasa perparkiran. Regulasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk mempercepat penertiban sekaligus optimalisasi pendapatan dari sektor parkir.
"Kalau dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi sumber pendapatan baru yang cukup besar bagi daerah. Potensi yang selama ini belum tergarap harus segera dimanfaatkan," katanya.
Selain meningkatkan PAD, penataan parkir juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan nyaman. Keberadaan parkir resmi diharapkan mampu mengurangi praktik parkir sembarangan yang kerap mengganggu arus lalu lintas.
Sebagai BUMD yang berorientasi pada profit, PT TNG juga diminta terus meningkatkan kinerjanya dengan mengembangkan sektor-sektor usaha yang memiliki peluang besar untuk menghasilkan pendapatan.
"Komisi III mendukung penuh langkah PT TNG. Kami ingin melihat potensi-potensi yang selama ini belum tergarap bisa menjadi pemasukan nyata bagi daerah dan pada akhirnya kembali untuk pembangunan serta pelayanan masyarakat," pungkas Sumarti. (Adv)