TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bakal mengurangi volume pembangunan infrastruktur di wilayahnya imbas kenaikan harga pada sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan kenaikan harga pada BBM ini memberikan dampak yang cukup besar pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berhubungan dengan pembangunan.
Menurut Soma, ketika harga BBM naik, biaya operasional seluruh aktivitas tersebut ikut meningkat. Hal ini membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi lebih mahal.
"Kenaikan harga BBM ini, infrastruktur yang terasa. Karena harganya jadi berubah. Terutama di Bina Marga, DTRB, Perkim, di beberapa OPD yang kegiatannya memang banyak," ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.
Oleh karena itu, Pemkab Tangerang berencana melakukan penghitungan kembali Rencana Anggaran Biaya (RAB) lantaran adanya perubahan satuan harga pekerjaan.
"Akhirnya dihitung ulang, karena harga satuannya yang sudah berubah karena kenaikan BBM," jelas Soma.
Lebih lanjut, Soma mengungkapkan, pihaknya akan mengurangi mengurangi volume pekerjaan agar kualitas pembangunan tetap terjaga tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
"Misalkan, harusnya tadinya bangun jalan itu panjangnya 100 meter, mungkin dengan perubahan harga ini jadi 90 meter. Mau enggak mau, karena harganya sudah berubah, daripada kualitasnya nanti jadi lebih rendah," tutupnya.