Connect With Us

LKPD Pemprov Banten 2025: Realisasi Pendapatan Tembus Rp9,74 Triliun, Silpa Rp44,6 miliar

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:00

Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan LKPD Tahun Anggaran 2025 unaudited kepada BPK Perwakilan Provinsi Banten di Serang, Senin 30 Maret 2026. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Gubernur Banten Andra Soni resmi menyerahkan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 unaudited kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten di Serang, Senin 30 Maret 2026.

Dalam penyerahan tersebut, Andra Soni menegaskan bahwa pelaporan keuangan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dalam APBD harus dirasakan manfaatnya oleh warga Banten.

"Segala bentuk usaha dan ikhtiar yang kami lakukan semata untuk mewujudkan masyarakat Banten yang maju, adil dan merata, serta tidak korupsi," tegas Andra Soni.

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi pendapatan Pemprov Banten tahun 2025 mencapai Rp9,74 triliun atau sekitar 93,14 persen dari target.

Sementara itu, realisasi belanja dan transfer tercatat sebesar Rp10,01 triliun (92,92 persen).

Sisi aset daerah juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar Rp381,5 miliar, sehingga total aset per 31 Desember 2025 mencapai Rp21,272 triliun. Kenaikan ini didominasi oleh pengadaan aset tetap yang bersumber dari APBD 2025.

"Adapun Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp44,6 miliar," kata Andra Soni dalam paparannya.

Menurunya, penyusunan LKPD 2025 ini telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sesuai PP Nomor 71 Tahun 2010.

Laporan tersebut mencakup tujuh item krusial, mulai dari laporan realisasi anggaran, neraca, hingga laporan keuangan BLUD dan BUMD.

"Kami berharap memperoleh masukan dan rekomendasi dari BPK untuk penyempurnaan, sehingga laporan ini memenuhi efektivitas sistem pengendalian intern yang memadai dan patuh terhadap peraturan," tambah Andra Soni.

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Banten Firman Nurcahyadi mengapresiasi komitmen Pemprov Banten serta delapan kabupaten/kota yang menyerahkan laporan tepat waktu sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2004.

Meski Banten konsisten mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam beberapa tahun terakhir, Firman mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah tidak terlena.

"Opini itu bukanlah tujuan akhir karena bisa berubah setiap tahun. Hal ini tergantung pada kualitas laporan keuangan, kepatuhan terhadap perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian internal," pungkas Firman.

Selanjutnya, BPK akan melakukan pemeriksaan terstruktur dan dijadwalkan menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada DPRD pada akhir Mei 2026 mendatang.

BANTEN
Atasi Kendala Zonasi PPDB, 7 Sekolah Negeri Baru Kapasitas 1.356 Siswa Dibuka di Banten

Atasi Kendala Zonasi PPDB, 7 Sekolah Negeri Baru Kapasitas 1.356 Siswa Dibuka di Banten

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:00

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meresmikan tujuh Unit Sekolah Baru (USB) jenjang menengah atas pada Senin, 31 Agustus 2026.

SPORT
Abdul Kadir Karding Terpilih Aklamasi Ketua Umum PB Perbasasi 

Abdul Kadir Karding Terpilih Aklamasi Ketua Umum PB Perbasasi 

Senin, 31 Agustus 2026 | 13:59

Abdul Kadir Karding resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB Perbasasi 2026.

TOKOH
Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:54

Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill