Connect With Us

Hasil Riset Ungkap Intervensi Nutrisi Berpotensi Tekan Stunting Anak Hingga 34,5 Persen

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 5 Juni 2026 | 14:04

Ketua Pharmacoepidemiology Research Group Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Associate Professor Muh. Akbar Bahar memaparkan penelitian berjudul "A Nutrient-Dense Formula in Undernourished Children in Indonesia: A Cost-Effective Strategy". (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com- Masalah stunting dan malnutrisi masih menjadi persoalan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Banten masih berada pada angka 21,1 persen.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia menuju target Indonesia Emas 2045.

Selain menghambat pertumbuhan fisik, anak yang mengalami stunting, wasting, maupun underweight juga memiliki risiko lebih tinggi terserang berbagai penyakit infeksi.

Karena itu, penanganan dini melalui pemeriksaan medis dan intervensi nutrisi dinilai penting untuk membantu memperbaiki kondisi tumbuh kembang anak.

Salah satu pendekatan yang menjadi sorotan adalah pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) atau Nutrient-Dense Formula (NDF).

Temuan tersebut disampaikan dalam penelitian berjudul "A Nutrient-Dense Formula in Undernourished Children in Indonesia: A Cost-Effective Strategy" yang dipresentasikan pada ajang International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR) Europe 2025 di Glasgow, Skotlandia.

Ketua Pharmacoepidemiology Research Group Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Associate Professor Muh. Akbar Bahar mengatakan, penelitian tersebut mengevaluasi dampak kesehatan dan ekonomi dari pemberian PKMK kepada anak-anak yang mengalami masalah gizi di Indonesia.

"Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi nutrisi tersebut berpotensi menurunkan prevalensi stunting sebesar 34,5%, wasting sebesar 72,7%, dan underweight sebesar 51,7%. Jika diterapkan secara luas, dampaknya diperkirakan dapat mencegah sekitar 1,6 juta kasus stunting, 1,2 juta kasus wasting, dan 1,9 juta kasus underweight pada anak Indonesia," jelas Muh. Akbar Bahar.

Penelitian itu juga menunjukkan potensi penurunan berbagai penyakit infeksi yang kerap dialami anak dengan status gizi kurang.

Model penelitian memperkirakan kasus tuberkulosis dapat berkurang hingga 47,2 persen dan pneumonia sebesar 44,7 persen.

Jumlah tersebut setara dengan pencegahan sekitar 1,2 juta kasus tuberkulosis dan 1 juta kasus pneumonia.

Selain itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare juga diperkirakan dapat berkurang masing-masing hingga 2,6 juta dan 2 juta kasus.

Menurut Muh. Akbar Bahar, manfaat intervensi nutrisi tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi anak.

"Ketika seorang anak mendapatkan nutrisi yang memadai, manfaat yang dihasilkan jauh melampaui peningkatan berat badan atau tinggi badan. Risiko infeksi menurun, kebutuhan berobat berkurang, dan kualitas hidup anak menjadi lebih baik. Karena itu, intervensi nutrisi perlu dipandang sebagai investasi kesehatan masyarakat yang menghasilkan manfaat kesehatan dan ekonomi secara bersamaan," ujarnya.

Dari sisi ekonomi, penelitian tersebut memperkirakan penghematan biaya pengobatan mencapai Rp2,46 triliun untuk tuberkulosis, Rp3,88 triliun untuk pneumonia, Rp2,40 triliun untuk ISPA, dan Rp3,38 triliun untuk diare.

Di sisi lain, Founder dan Chairman Health Collaborative Center (HCC)dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FSRPH, menilai hasil penelitian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan berbasis data.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi nutrisi yang tepat tidak hanya berpotensi mencegah memburuknya dampak kesehatan akibat malnutrisi, tetapi juga dapat mengurangi kebutuhan biaya pengobatan di masa depan," kata Ray.

Ia menambahkan penggunaan PKMK untuk anak stunting dan malnutrisi tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan aspek klinis dan ekonomi.

Ray juga menyebut salah satu produk PKMK yang diproduksi di dalam negeri adalah SGM Eksplor Gain Optigrow yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

Menurutnya, pemenuhan gizi yang optimal merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang sehat dan produktif di masa depan.

"Oleh karena itu, hadirnya inovasi solusi nutrisi PKMK seperti SGM Eksplor Gain Optigrow diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam pemenuhan gizi anak Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 Bebas Stunting," tutupnya.

TOKOH
Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:25

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.

KAB. TANGERANG
Komisi VII DPR RI Soroti Industri di Tangerang, Minim Serap Tenaga Kerja Lokal hingga Kerap Cemari Lingkungan

Komisi VII DPR RI Soroti Industri di Tangerang, Minim Serap Tenaga Kerja Lokal hingga Kerap Cemari Lingkungan

Senin, 20 Juli 2026 | 21:12

Komisi VII DPR RI mengkritik keras terhadap sejumlah perusahaan di kawasan industri Kabupaten Tangerang.

KOTA TANGERANG
Kebakaran Pabrik Kemenyan di Bayur: 3 Pegawai Sesak Napas, 4 Unit Kendaraan Ikut Ludes

Kebakaran Pabrik Kemenyan di Bayur: 3 Pegawai Sesak Napas, 4 Unit Kendaraan Ikut Ludes

Senin, 20 Juli 2026 | 21:22

Kebakaran hebat melanda pabrik produksi kemenyan dan dupa milik CV Damarindo yang berlokasi di Jalan Raya Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, pada Senin 20 Juli 2026, petang.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill