Connect With Us

Mengenal Endoskopi, Cara Dokter Mendeteksi Penyakit Saluran Cerna Secara Akurat

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 24 Juli 2026 | 19:18

Ilustrasi prosedur Endoskopi. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Gangguan pencernaan sering kali diawali dengan keluhan yang tampak sederhana, seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, atau rasa tidak nyaman setelah makan. 

Namun, gejala yang mirip tersebut belum tentu berasal dari penyakit yang sama. Sebab, bisa saja terdapat gastritis, tukak lambung, polip, hingga tumor pada saluran cerna.

Karena itu, dokter tidak hanya mengandalkan keluhan pasien untuk menentukan diagnosis. 

Pemeriksaan yang dapat melihat langsung kondisi saluran cerna diperlukan agar penyebabnya diketahui secara pasti. Salah satu metode yang paling akurat adalah endoskopi.

Endoskopi merupakan prosedur medis yang menggunakan alat berbentuk selang tipis dan lentur yang dilengkapi kamera serta lampu di bagian ujungnya. 

Alat ini dimasukkan melalui mulut atau anus sehingga dokter dapat mengamati kondisi organ saluran cerna secara langsung.

Berbeda dengan pemeriksaan seperti USG atau rontgen yang hanya menampilkan gambaran dari luar, endoskopi memungkinkan dokter melihat permukaan organ secara detail. 

Perubahan berupa peradangan, luka, perdarahan, polip, hingga jaringan yang dicurigai sebagai tumor dapat dikenali dengan lebih jelas.

Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Bethsaida Hospital Serang dr. Rolan Sitompul, Sp.PD, KGEH menjelaskan, selain berfungsi sebagai alat diagnosis, endoskopi juga dapat dilakukan untuk tindakan medis, seperti mengambil sampel jaringan (biopsi), menghentikan perdarahan, hingga mengangkat polip tanpa operasi terbuka.

"Tanpa endoskopi, kami sering hanya bisa menebak dan menebak bukan dasar yang baik untuk pengobatan," ujar dr. Rolan. 

Jenis pemeriksaan endoskopi disesuaikan dengan lokasi keluhan. Endoskopi saluran cerna atas atau esofagogastroduodenoskopi dilakukan melalui mulut untuk memeriksa kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari. 

Pemeriksaan ini umumnya dianjurkan pada pasien yang mengalami nyeri ulu hati berkepanjangan, sulit menelan, muntah darah, dugaan tukak lambung, maupun untuk membantu mendeteksi infeksi Helicobacter pylori melalui pemeriksaan biopsi.

Sementara itu, kolonoskopi dilakukan melalui anus untuk melihat kondisi usus besar hingga bagian akhir usus halus. 

Pemeriksaan ini menjadi metode utama dalam mendeteksi polip usus, kanker kolorektal stadium dini, penyakit radang usus, maupun mencari sumber perdarahan saluran cerna bagian bawah.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat langsung melakukan tindakan saat endoskopi berlangsung. 

Polip yang ditemukan dapat segera diangkat, perdarahan dapat dihentikan, dan jaringan yang mencurigakan dapat diambil untuk pemeriksaan laboratorium sehingga pasien tidak perlu menjalani prosedur terpisah.

Melalui endoskopi, dokter dapat menemukan berbagai gangguan saluran cerna, seperti gastritis, tukak lambung atau duodenum, infeksi Helicobacter pylori, GERD, esofagitis, polip saluran cerna, kanker lambung, kanker kolorektal, penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif dan Crohn, sumber perdarahan saluran cerna yang belum diketahui penyebabnya, hingga varises esofagus yang sering berkaitan dengan penyakit hati kronis.

Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien biasanya diminta berpuasa selama beberapa jam agar saluran cerna dalam kondisi kosong. 

Untuk kolonoskopi, pasien juga akan menjalani persiapan berupa pembersihan usus menggunakan obat pencahar.

Saat tindakan berlangsung, pasien umumnya diberikan sedasi ringan sehingga lebih rileks dan tidak merasakan ketidaknyamanan berlebihan. 

Prosedur biasanya berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit, tergantung jenis pemeriksaan dan tindakan yang diperlukan.

Setelah pemeriksaan selesai, pasien hanya perlu beristirahat hingga efek sedasi menghilang sebelum diperbolehkan pulang. 

Dokter kemudian akan menjelaskan hasil pemeriksaan secara langsung, sementara hasil biopsi akan disampaikan setelah proses pemeriksaan jaringan selesai.

"Saya memahami bahwa banyak pasien yang merasa cemas sebelum menjalani endoskopi. Tapi setelah menjalaninya, hampir semua mengatakan hal yang sama ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Dengan sedasi yang tepat, prosedur ini jauh lebih nyaman daripada yang banyak orang kira, dan informasi yang didapatkan jauh lebih berharga daripada rasa cemas sesaat sebelum tindakan," kata dr. Rolan.

Pemeriksaan endoskopi dianjurkan bagi mereka yang mengalami gangguan pencernaan berkepanjangan yang tidak membaik dengan pengobatan, kesulitan atau nyeri saat menelan, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, anemia yang belum diketahui penyebabnya, perubahan pola buang air besar yang menetap, atau memiliki riwayat keluarga dengan kanker saluran cerna.

Bagi masyarakat berusia 45 hingga 50 tahun, kolonoskopi juga direkomendasikan sebagai pemeriksaan skrining kanker kolorektal meski belum merasakan gejala. 

Deteksi sejak dini memberikan peluang pengobatan yang jauh lebih baik, terutama bila ditemukan polip sebelum berkembang menjadi kanker.

Selain melakukan pemeriksaan bila diperlukan, menjaga pola makan sehat, memperbanyak konsumsi serat, mengurangi makanan olahan dan berlemak, menghindari alkohol berlebihan, serta berhenti merokok menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit saluran cerna.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya Juandi menambahkan, Bethsaida Hospital Serang berkomitmen menghadirkan layanan diagnostik gastroenterologi yang setara dengan standar rumah sakit rujukan, termasuk fasilitas endoskopi yang modern dan ditangani oleh dokter konsultan berpengalaman. 

”Kami ingin masyarakat Banten memiliki akses terhadap deteksi dini penyakit saluran cerna tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar," pungkasnya. 

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

HIBURAN
Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Anak-anak Bisa Menyaksikan Dongeng Interaktif dan Tari Tradisional di Terminal 2E Bandara Soetta

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:18

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan interaktif bagi para penumpang anak-anak beserta keluarga, dalam menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis 23 Juli 2026.

TEKNO
MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill