Connect With Us

Klan Metkayina di Avatar 2 The Way of Water Ternyata Terinspirasi dari Suku di Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 22 Desember 2022 | 12:00

Ilustrasi Klan Metkayina di film Avatar 2: The Way of Water. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEW.com-James Cameron, sutradara film Avatar 2: The Way of Water baru-baru ini membeberkan fakta mengejutkan terkait Klan Metkayina yang ada di sekuel film tersebut.

Rupanya, Klan Metkayina terinspirasi dari salah satu suku di Indonesia, yakni Suku Bajo yang hidup di pesisir laut. Sama seperti Klan Metkayina yang tinggal di pesisir laut pandora.

“Untuk mengambil budaya pribumi di planet kita dan memasukkannya ke dalam Pandora, kami melakukan banyak penelitian tentang budaya pribumi yang erat kaitannya dengan lautan,” katanya seperti dikutip dari kompas.tv, Kamis 22 Desember 2022.

James Cameron dan timnya menyoroti budaya Polinesia yang disebut sebagai budaya perdagangan kano. Lalu, Cameron menyebut bahwa Suku Bajo di Indonesia juga menjadi salah satu inspirasi Metkayina dalam Avatar 2.

“Ada (orang Sama-Bajau), orang di Indonesia yang tinggal di rumah panggung dan hidup di atas rakit. Kami melihat banyak hal seperti itu," ujarnya.

Sama seperti Klan Metkayina, Suku Bajo yang dijuluki Pengembara Laut ini dulunya merupakan masyarakat yang terbiasa hidup di atas perahu dan nomaden.

Mereka mengandalkan posisi bintang untuk menjelajah lautan. Namun, kini orang Bajo lebih banyak membangun rumah di atas laut dangkal.

Adapun masyarakat Suku Bajo tak hanya berada di Indonesia, melainkan juga tersebar di lautan Malaysia, Filipina, dan Thailand. Suku Bajo yang ada di Indonesia tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah Indonesia bagian timur lainnya.

Suku Bajo merupakan suku yang terkenal dengan kehebatannya menjelajah lautan. Masyarakat Suku Bajo disebut bisa menyelam hingga kedalaman 70 meter di bawah permukaan laut, hanya dengan satu tarikan napas. Hal ini mirip seperti kemampuan dari Klan Metkayina.

Saat menyelam, mereka tidak membutuhkan baju khusus atau alat bantu pernapasan. Berbekal kacamata renang yang terbuat dari kayu, mereka bisa menyelam hingga kedalaman tertentu.

Seperti halnya Klan Metkayina yang memiliki perbedaan fisik dengan Klan Hutan yang dipimpin Jake Sully dalam film, ternyata penelitian dari sekelompok ilmuwan dari University of Copenhagen dan University of California di Berkeley pun menemukan bahwa limpa orang Suku Bajo 50 persen lebih besar dibanding orang biasa. 

Akibatnya, Hal itu membuat produksi oksigen dalam darah orang Bajo lebih banyak karena ukuran limpanya yang besar.

BANTEN
Gubernur Banten Minta Operasi SAR Jurnalis Hilang Diperpanjang Jika 7 Hari Belum Ditemukan

Gubernur Banten Minta Operasi SAR Jurnalis Hilang Diperpanjang Jika 7 Hari Belum Ditemukan

Senin, 14 September 2026 | 10:19

Memasuki hari keenam pencarian kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak bersama delapan penumpangnya di perairan Selat Sunda, Gubernur Banten Andra Soni meminta agar operasi SAR dipertimbangkan untuk diperpanjang.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

KAB. TANGERANG
Diduga Mabuk, Pria di Rajeg Tangerang Rusak 6 Rumah Warga

Diduga Mabuk, Pria di Rajeg Tangerang Rusak 6 Rumah Warga

Senin, 14 September 2026 | 16:53

Seorang pria bernama Bejo, melakukan pengrusakan terhadap enam rumah warga di Perumahan Griya Bintang Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Aksi bejo terekam CCTV dan kini beredar di media sosial.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill