Connect With Us

Soal LRT, Zaki Masih Setengah Hati

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 24 September 2014 | 20:04

Tiga kepala daerah Tangerang kumpul (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 
TANGERANG-Moda transportasi masal Light Rail Transit (LRT) yang digagas untuk menghubungkan Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), nampaknya belum ditanggapi serius oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
 
Meski Wali Kota Kota Tangerang dan Tangsel menyambut baik program itu, namun dia mengaku masih menunggu konsep yang ditawarkan oleh investor mengenai kereta api ringan yang mirip dengan trem itu.
 
"Kita mau lihat dulu konsepnya seperti apa, karena belum jelas, baru usulan saja. Setelah investasi nanti berapa sih nilai tiketnya, jangan sampai mahal sekali," katanya usai berdialog dengan wartawan di Pendopo Bupati, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Rabu (24/9).
 
Zaki lebih menginginkan dibangun kereta api commuter line dari pada LRT, karena selain dapat mengangkut banyak orang, tarifnya juga murah. “Sebenernya yang bagus sih kereta api biasa,” jelasnya.
 
Zaki menilai jika pembangunan LRT akan memakan biaya investasi yang besar, sehingga perlu dilihat seberapa efektif bisa melayani kebutuhan transportasi masyarakat yang nyaman dengan harga yang terjangkau.
 
“Membangun LRT itu investasinya besar sekali.  Karena itu kita mau lihat kemampuan LRT mengangkut penumpang dalam sekali jalan bagaimana, lintasan di wilayah Kabupaten juga dimana. Katanya kan mau di Tol Jakarta-Merak. Jadi saran saya kita duduk bareng melihat konsep yang terbaik seperti apa,” katanya.
 
 
 
 
TagsLRT
SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill