Connect With Us

'Perokok' Sumbang Rp50 Miliar ke Kabupaten Tangerang

Jangkar | Jumat, 16 Januari 2015 | 19:43

Rokok (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 
TANGERANG-Perokok menjadi salah satu penyumbang Pendapat Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Tangerang.  Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iskandar Mirsad mengatakan, pajak rokok di Kabupaten Tangerang terbilang cukup signifikan. Sehingga bisa mendongkrak PAD Kabupaten Tangerang.
 
"Pajak rokok yang didapat pada tahun 2014 sebesar Rp50,2 Miliar," ujar Iskandar Mirsad, di acara jumpa pers di ruang wareng, Puspemkab Tangerang, Jumat (16/1/2015).
 
Menurut Iskandar, di Kabupaten Tangerang terdapat tidak sedikit perokok berat. Hal itu terbukti dengan tingginya pendapatan pajak rokok di Kabupaten Tangerang.
 
"Banyak perokok di Kabupaten Tangerang ini, termasuk diri saya seorang perokok," seloroh Sekda.
 
Sementara, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menuturkan, APBD Kabupaten Tangerang pada tahun 2015 yang sudah ketok palu sebesar Rp4,4 Triliun."APBD juga terus meningkat," kata Zaki.
 
Dalam jumpa pers tersebut, Bupati Tangerang juga menyampaikan berbagai program yang bakal dijalankan Pemkab Tangerang seperti penyaluran beasiswa kesehatan, rencana pembuatan tandon air yang bekerja sama dengan belanda. Selain itu, Zaki juga menjelaskan tentang pembangunan rumah sakit di Tangerang bagian utara.
 
Acara Jumpa pers yang berakhir sekitar pukul 11.45 WIB tersebut selain dihadiri Sekda Kabupaten Tangerang Iskandar Mirsad. Hadir pula beberapa pejabat eselon II seperti Kepala Bappeda Hery Haryanto, Kepala Dinas Cipta Karya Taufik Emil dan beberapa pejabat teras lainnya. 
 
 
BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill