Connect With Us

Disperindag Kabupaten Tangerang Pastikan Wilayahnya Bebas Beras Sintetis

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 28 Mei 2015 | 13:52

Maraknya peredaran beras sintetis di beberapa daerah di Indonesia diantisipasi oleh inas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang. (Rangga A Zuliansyah / Tangerangnews)

TANGERANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang memastikan, wilayah Kabupaten Tangerang masih aman dari peredaran beras plastik yang meresahkan masyarakat beberapa waktu belakangan ini.

Kasi Bina Operasi Pasar pada Disperindag Kabupaten Tangerang Muhamad Iqbal mengatakan, saat ini di sejumlah pasar tradisional maupun grosir penjual beras diyakini masih bebas dari peredaran beras sintetis.

 

“Dari hasil sidak yang dilakukan pada beberapa pasar, kita yakin beras plastik asal Tiongkok itu tidak beredar di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

 

Iqbal menambahkan, terkait maraknya pemberitaan mengenai beras plastik, Menperindag RI telah menginstruksikan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan inspeksi ke pasar pasar modern maupun tradisional.

 

“Tim dari Disperindag Kabupaten Tangerang sudah melakukan razia pasar Kelapa Dua dan Curug, dari kedua pasar tersebut kita tidak menemui adanya beras palsu,” ungkapnya.

Disperindag Kabupaten Tangerang mengimbau kepada masyarakat agar teliti dan cermat sebelum membeli. Karena, secara kasat mata ciri-ciri beras plastik tersebut masih bisa dibedakan dengan beras asli. Salah satu ciri beras plastik bobotnya lebih ringan dibandingkan beras yang asli dari padi.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill