Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com- Suhandi, warga Kampung Kalipaten, RT 02/04, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terharu rumah kumuhnya dibedah jadi lebih nyaman oleh Polres Tangsel yang bekerja sama dengan Pemkab Tangerang.
Suhandi sendiri sudah cukup lama bersama istrinya tinggal di rumah yang kondisinya tidak layak. Rumah yang berdiri sejak tahun 1970 sudah tidak nyaman bagi mereka berdua. Namun karena tingkat ekonomi yang sulit, keduanya tak punya biaya untuk merenovasi.
BACA JUGA:
Pasangan suami istri itu tak bisa menahan tangis haru ketika sejumlah polisi berbondong-bondong mendatangi rumahnya untuk melakukan merenovasi total.
"Merasa senang bersyukur dan tidak menyangka mendapatkan perhatian dari pemerintah dan bisa mendapatkan program bedah rumah seperti ini," ungkap Suhandi, Kamis (1/2/2018).
Sementara itu, Kapolsek Kelapa Dua Endang Sukma Wijaya mengatakan, bahwa ini adalah salah satu program Polri, untuk memberikan perhatian kepada sesama yang rumahnya perlu diperbaiki.
Tidak hanya rumah ini saja, pihaknya terus mendata lagi warga yang tinggal di wilayah hukum Polres Tangsel yang perlu mendapatkan bantuan program bedah rumah ini.
"Mudah-mudahan setelah selesainya bedah rumah ini bisa diisi dengan baik dan kemudian dipakai ibadah dan mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT," tuturnya.(RAZ/RGI)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGMasyarakat yang berpindah tempat tinggal belum tentu wajib mengganti alamat pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) maupun Kartu Keluarga (KK).
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews