Connect With Us

KPU Kabupaten Tangerang Sosialisasi ke Waria

Muhamad Heru | Kamis, 19 April 2018 | 12:00

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang saat melakukan sosialisasi kepada puluhan waria dalam Komunitas Waria Maju Bersama (KWMB) di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, rabu (18/04/2018). (@TangerangNews.com / Muhamad Heru)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang terus melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan kelompok masyarakat,  dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, yang jatuh pada tanggal 27 Juni  mendatang.

Kali ini sosialidasi tersebut diberikan kepada puluhan waria dalam Komunitas Waria Maju Bersama (KWMB) dibilangan Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, rabu (18/04/2018).

Ketua KPU Kabupaten Tangerang Akhmad Jamaludin mengatakan bahwa pasangan calon itu mengalami proses sebagai mana mestinya, perjalanan tersebut dalam pencalonan banyak yang mendaftar, akan tetapi ketika masa penentuan waktunya selesai, para pendaftar tersebut tidak mengembalikan formulir.

BACA JUGA:


"Dalam melakukan pencoblosan tentunya sudah mempunyai e-ktp, dan terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT), akan tetapi saya sangat kecewa jika ada perlakuan kurang baik terhadap waria ini,"tuturnya.

Oleh penyelenggara pemerintah atau pelayanan masyarakat, seperti contohnya yang dialami oleh waria yang bernama Aris Syafrudin alias Dehow yang sudah melakukan perekaman, yang sampai saat ini belum mendapatkan W-KTP.

“Saya kedepannya akan koordinasi dengan camat setempat dan Pak Sekda supaya diperhatikan kependudukan para waria yang ada di kabupaten Tangerang, karena mereka mempunyai hak pilih yang sama dengan kita semua," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua API Daud Yusuf mengungkapkan, bila sosialisasi Pilkada 2018 ini sengaja menyasar kalangan waria, karena waria juga memiliki hak yang sama sebagai warga negara.

“Kita sengaja menyasar waria, sebab selama ini waria selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Padahal mereka juga mempunyai hak yang sama sebagai warga negara indonesia dan mempunyai hak pilih sesuai dengan jenis kelaminnya,” terangnya.



Dalam hal ini, Ketua KWMB, Nur salon mengaku sangat tersanjung dan merasa di hargai oleh KPU Kabupaten Tangerang.

“Kita (Komunitas waria) sangat berterima kasih, dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi faham tentang proses Pilkada 2018. Karena sebelumnya, kami tidak pernah diberikan sosialisasi seperti ini,” cetusnya.

Nantinya ketika pencoblosan mereka akan berbondong-bondong datang ke TPS untuk mencoblos guna memilih Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

"Dalam pemilihan Bupati Tangerang, nanti kami akan hadir ke TPS dan dengan pertemuan ini, kami akan beritahu kepada kawan-kawan waria yang lain tentang proses pencoblosan pilkada 2018." tuturnya.(RAZ/RGI)

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill