Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Arini, 62, warga Kampung Pabuaran Ranca Balung, RT 03/04, Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hanya bisa pasrah dan tabah. Sejak suaminya, Sarian, meninggal dunia 20 tahun lalu. Ia pun menjadi tulang punggung bagi kedua anaknya.
Bekerja serabutan sebagai buruh tani pun dilakoninya, meski penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dirinya dan dua putranya. Akibat kemiskinan, kedua putranya, Atma yang saat ini telah berusia 35 tahun dan sudah menikah serta Santana, 30, tahun hanya menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD).
Santana pun akhirnya senasib. Karena hanya lulusan SD, tak banyak yang dapat diperbuat olehnya. Ia pun hanya bekerja serabutan dan menjadi buruh tani. Setiap rupiah yang dihasilkannya, kadang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua, sementara sang kakak telah berumah tangga dan memilih menetap di desa lain.
Keterbatasan itu pula yang membuat mereka tak mampu memiliki rumah layak huni. Rumah yang ada saat ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunan yang terbuat dari bambu itu peninggalan suami Arini, hingga saat ini belum pernah direnovasi.
Berlantai kayu, dinding dari bambu serta atap rumbia yang telah rapuh sehingga tampak disana-sini telah bolong, mereka berdua setiap hari berjibaku dengan dinginnya angin malam, serta didera air dikala hujan.
"Kalau lagi hujan, air hujannya menetes dari atap rumah. Karena dindingnya dari bilik, tentu setiap malam kedinginan dan banyak nyamuk,” ucapnya saat kepada awak media yang menyambangi kediamannya, Kamis (26/7/2018).
Baginya, bukan tak ingin memiliki rumah yang layak, namun kemiskinan yang mendera, keinginan itu hanya sebatas mimpi belaka.
“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari dan membiayai diri sendiri saja sangat sulit,” imbuhnya lirih dengan mata berkaca-kaca.
Bahkan, kemiskinan itu tak membuatnya mendapatkan beragam fasilitas dari negara. Ia mengaku tidak memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga ketika harus berobat ke klinik atau Puskesmas, terpaksa harus membayar.
Bukan tak ada pihak yang mengetahui keberadaan nenek tersebut. Dikatakannya, sudah banyak pihak yang berdatangan untuk mendata dan memotret kondisi rumahnya, namun hingga saat ini, belum ada realisasi bantuan.
"Udah pernah didata sama orang desa, kecamatan, tapi sampai sekarang belum ada bantuan," jelasnya.
Dikonfirmasi TangerangNews.com, Camat Solear Samsu membenarkan kondisi rumah Arini memprihatinkan.
"Tadi siang saya bersama Kades sudah ke lokasi, kondisinya memang harus segera dibantu," ujarnya dalam percakapan melalui telepon seluler.
Kata Samsu, letak rumahnya tidak berada dalam kawasan kumuh sebagaimana yang diprasyaratkan program Pemkab Tangerang yakni Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Pemukiman Kumuh dan Miskin), namun ia tetap mengupayakan Arini bisa tetap dibantu melalui program tersebut.
"Tadi sudah konfirmasi lewat telepon ke Perkim (Dinas Pemukiman), katanya bisa. Sekarang sedang dibuatkan proposalnya. Mungkin malam ini selesai," beber Samsu.(RMI/HRU)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menerapkan skema rekayasa lalu lintas contraflow selama proyek perbaikan ruas Jalan Sangego Selatan, Bayur, Kecamatan Periuk, berlangsung.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews