Connect With Us

100 Kali Donor Darah, 16 Warga Tangerang Diganjar Penghargaan

Maya Sahurina | Rabu, 26 Desember 2018 | 15:49

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. (TangerangNews/2018 / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 16 orang pendonor darah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang karena kesukarelaannya, Rabu (26/12/2018). Mereka yang mendapatkan penghargaan itu telah puluhan bahkan seratus kali mendonorkan darahnya melalui PMI Kabupaten Tangerang. 

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar disela-sela kegiatan donor darah yang dihelat PMI Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Tangerang di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang di Tigaraksa.

Zaki yang juga turut mendonorkan darahnya di kegiatan sangat mengapresiasi atas kesukarelaan 16 orang warga tersebut yang telah menjadi pendonor darah aktif dan rutin.

"Hari ini kita mengapresiasi  sekaligus memotivasi kepada para relawan pendonor yang sudah donor ke-50, 75 dan 100  dan juga masyarakat Kabupaten Tangerang," ujar zaki

Apresiasi itu, kata Zaki, karena donor darah dan bantuan kemanusiaan menjadi penting disaat saudara-saudara membutuhkan bantuan donor darah. Karenanya, kata Zaki, dono darah bukan hanya mendapatakan pahala, tapi juga membantu sesama untuk menyelamatkan jiwa, dan juga  menyehatkan tubuh.

"Ini saya langsung praktekan, saya mendonorkan darah secara langsung," imbuhnya.

Zaki berharap aksi kemanusiaan para pendonor ini menjadi sumber motivasi banyak orang agar melakukan hal yang sama dalam bentuk aksi kemanusiaan yang lainnya. 

"Di HUT yang ke 75 ini,  Pemkab Tangerang memberikan bentuk apresiasi pemda agar dirasakan kepada pendonor," ucap Zaki.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakta agar secara suka relawan mendonorkan darahnya agar Kabupaten Tangerang tidak mengalami kekurangan persediaan darah.

"Ini tidak ditargetkan, lebih baik sebanyak banyaknya, untuk mendonorkan (darah). Saya tidak banyak bicara tapi memberikan contoh saja," tutupnya.

Salah satu pendonor Mulyana ,44, yang mendapatkan penghargaan.

Sementara itu, salah satu pendonor Mulyana (44)  , yang  mendapatkan penghargaan atas dedikasi terhadap kemanusiaan  itu mengaku sudah sejak tahun 2001 secara rutin mendonorkan darahnya. 

"Alhamdulillah dapat penghargaan kemudian surat keputusan dari Pak Bupati dan diakui oleh pemerintah. bagi kami suatu kebangaan. Tidak melihat dari piagam penghargaan  tapi juga mendonorkan dengan sukarela dan ikhlas ," ujarnya. 

Menurutnya tidak ada paksaan dari  pihak manapun untuk menjadi relawan donor darah sukarela, karena menurutnya, banyak manfaat yang langsung dirasakannya setelah mendonorkan darahnya.

"Manfaatnya jelas enak aja ke badan,  dan nafsu makan jadi bertambah, pembawaannya kita tuh happy aja. Kan sebenarnya donor darah itu tidak merusak malah bagus gitu. Juga membangkitkan agar kita saling berbagi kepada sesama," bebernya.(RMI/HRU)

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill