Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan
Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:38
Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.
TANGERANGNEWS.com-Kawanan perampok toko emas Permata di Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, berhasil menggasak 6 kilogram emas senilai Rp1,6 miliar.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (15/6/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, saat itu pelayan toko tengah melayani pelanggan, kemudian datang 2 orang pria dengan mengendarai mobil. Kedua pria itu, mengenakan masker atau penutup wajah.
"Keduanya juga memakai topi dan menenteng senjata tajam samurai," kata Sabilul saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sabilul menambahkan, para pelaku juga diketahui membawa senjata laras pendek. Namun, kata dia, belum dapat dipastikan senjata yang dibawa asli atau hanya imitasi.
Para pelaku, lanjut Sabilul, langsung melompat ke etalase toko emas dan dengan cepat mengambil 7 nampan emas. Usai itu, para pelaku langsung melarikan diri.
"Mobil pelaku sempat dilempari batu oleh warga sekitar dan saksi menyatakan kaca belakang mobil jenis avanza warna putih itu pecah," terangnya.
Sabilul menyampaikan, jajarannya akan segera meringkus pelaku dalam waktu singkat. Saat ini, kata dia, anggota sedang mendalami bukti-bukti dan keterangan saksi termasuk rekaman kamera CCTV.
"Kami minta doanya, kami usahakan hanya dalam waktu singkat para pelaku sudah kami tangkap," tandasnya.(RMI/HRU)
Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews