Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Ditemukan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di Danau Gawir, Jalan Dukuh Pinang Gawir, Kelurahan Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang
Mayat tersebut ditemukan warga setempat pada, Sabtu 13 April 2024, pada sekitar pukul 11.30 WIB.
Koya, salah satu warga menjelaskan pada saat itu dirinya sedang memberikan makan hewan peliharaannya. Lalu, ia mencium bau tak sedap seperti bangkai.
Ia pun mencari sumber bau yang sangat menyengat tersebut. Saat ditelusuri, ia menemukan mayat dalam posisi mengambang di pinggir kali, hingga bergegas menghubungi RT setempat.
"Saya sedang memberikan makan hewan peliharaan, kok ada bau bangkai. Pas saya cari ternyata mayat." katanya.
Noviar Irwan, Komandan Pleton (A) BPBD kabupaten Tangerang membenarkan telah ditemukan mayat berjenis laki-laki yang belum diketahui identitasnya.
"Ciri-ciri korban tidak pakai baju dan memakai celana pendek berwarna biru, tinggi badan 165 cm, berat badan 70 Kg," jelasnya.
BPBD mendapatkan laporan sekitar pukul 11.33 WB. Kemudian langsung menerjunkan 1 Unit Rescue dan 5 personel untuk mengevakuasi jenazah korban.
Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi. Kasus ini sedang ditangani Polsek Pegok untuk dilakukan penyelidikan identitas korban.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Jombang Raya, Gang Buntu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu 3 Mei 2026 siang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews