Connect With Us

Pernah Ditutup Warga, PT Sanex Steel di Tigaraksa Beroperasi Kembali

| Kamis, 2 Juni 2011 | 18:08

Ilustrasi cerobong asap (tangerangnews / ilustrasi)



TANGERANG-Sebuah pabrik peleburan baja, PT Sanex Steel Indonesia  yang berlokasi di dekat Puspem Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, kompleks Milenium Industrial Estate kembali beroperasi setelah sempat warga menutupnya pada 2006 lalu.
 Rupanya, belakangan pabrik ini kembali beroperasi. Kini kembali warga pabrik tersebut diminta warga untuk ditutup, alasannya sama yakni pabrik tersebut kembali mencemari lingkungan berupa limbah udara, gas, asap dan debu (partikulat) yang belum difilterisasi.

“Kami meminta pabrik tersebut ditutup dulu kalau tidak lagi menggunakan filterirasi. Karena akibat dari pencemaran itu udara dari peleburan baja, warga jadi batuk-batuk dan sesak nafas,” ujar Aan Suparhan warga RT 03/01 Kampung Budimulya, Kabupaten Tangerang yang perkampungannya berdekatan dengan pabrik tersebut,Kamis (3/6/2011).
 
Dia mengancam, jika tidak menggunakan filterisasi, pihaknya akan kembali menutup paksa pabrik tersebut besok (Jumat 3 Juni).  Haryono  warga lainnya mengatakan, asap pabrik baja itu mencemari udara, selain membumbung hitam juga mempengaruhi pernafasan.  "Selain bising, asap tebal membumbung, warga banyak menderita Ispa,"kata Haryono.
 
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Endang Kosasih mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat teguran kembali kepada PT Sanex Steel.

Dalam suratnya Endang juga mengatakan agar perusahaan ini mematuhi aturan."Surat peringatan ini wajib perhatikan untuk menghindari sanksi atau tindakan  hukum sesuai peraturan  perundangan  yang berlaku," singkat Endang.  

Menanggapi tudingan mencemari lingkungan, Direktur PT Sanex Steel Said Tetlageni dihubungi mengatakan,  pihaknya memang telah menerima surat peringatan dari BPLH Kabupaten Tangerang."Kami sedang benahi, dan sedang dalam proses Amdal,"kata Said. (DRA)
MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill