TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anna Ratna mencatat sebanyak 250 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya yang telah beroperasi, namun sebanyak 233 di antaranya belum memiliki gerai.
"Untuk yang telah memiliki gerai yang dibangunkan oleh Agrinas yang berkolaborasi dengan TNI itu ada 17. Sementara 11 di antaranya telah selesai tahap pembangunan dan 6 lainnya masih dalam tahap pembangunan," ujarnya, pada Senin 18 Mei 2026.
Anna menuturkan, beberapa kecamatan telah memiliki masing-masing 1 gerai. Diantaranya ada Kecamatan Kronjo, Rajeg, Panongan, Tigaraksa, Cikupa serta Gunung Kaler.
Ia menjelaskan, untuk 233 KDMP yang belum memiliki gerai menggunakan bangunan sementara untuk digunakan sebagai tempat operasional koperasi.
"Ada yang di kantor desa menumpang di salah satu ruangan, ada yang menyewa, ada yang memakai aset pengurus," jelasnya.
Menurutnya, sulitnya mencari lahan yang sesuai dengan kriteria menjadi hambatan dalam pembangunan gerai KDMP ini.
"Untuk sisanya itu, masih mencari lahan untuk membangun gerai," tuturnya.
Ia memaparkan, sesuai dengan Instruktur Presiden Prabowo Subianto, pada bulan Agustus 2026 mendatang, ke-274 KDMP telah memiliki gerai yang dibangun.
"Untuk 24 KDMP yang belum beroperasional, kami akan mendorong untuk bulan Juni 2026 semua sudah buka sehingga tercatat 100%," tutupnya.
Sementar itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid sebelumnya menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak ketiga dalam memperkuat ekonomi desa melalui koperasi.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita harus menggandeng CSR dan pihak ketiga. Alhamdulillah, di Kabupaten Tangerang sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan CSR dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar,” ujarnya, Minggu 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dari total 274 desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 250 KDKMP telah beroperasi secara penuh meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki.
“Masih ada 24 koperasi yang saat ini dalam proses pembinaan intensif oleh Dinas Koperasi. Kami targetkan dalam waktu dekat seluruhnya sudah dapat berjalan mandiri,” tambahnya.
Terkait kendala operasional yang dihadapi KDKMP, Bupati Maesyal juga meminta dukungan instansi vertikal guna menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok bagi koperasi desa.
“Ada beberapa kendala terkait pasokan sembako dari distributor. Kami memohon bantuan Bulog dan Pertamina agar dapat mempercepat dukungan sehingga operasional koperasi di desa-desa tidak terhambat,” ujarnya.