TANGERANGNEWS.com-Kenaikan harga yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memunculkan keluhan dari sebagian warga Kabupaten Tangerang.
Sejumlah pengendara terpaksa beralih Pertalite akibat lonjakan harga yang terasa memberatkan.
Berdasarkan Pantauan Tangerangnews di SPBU 34-15704 Bugel, Tigaraksa pada Rabu 10 Juni 2026, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak di jalur pengisian Pertalite tampak panjang membentang.
Sementara, antrean di tempat pengisian Pertamax terlihat lebih sepi.
Dalam papan informasi harga di lokasi, Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 dijual Rp17.000 per liter, lalu Pertamax Dex Rp24.800 per liter, sementara Pertalite masih tetap pada harga Rp10.000 per liter.
Salah seorang pengendara, Deden Suhendi, merasa terkejut dengan lonjakan harga pada Pertamax yang mencapai hampir Rp3.950 per liter.
Menurutnya, kenaikan tersebut dapat menyebabkan biaya operasional hariannya membengkak.
"Agak kaget sih liat kenaikannya, tadi isi Rp40.000 yang biasanya udah full, sekarang cuma ke isi setengahnya aja," kata Deden saat diwawancarai.
Deden menuturkan, kenaikan harga Pertamax yang cukup tinggi, membuatnya beralih sementara ke Pertalite hingga harga bahan bakar tersebut kembali normal, meski dapat membuat performa mesin kendaraanya menurun.
"Kalau udah tau naik begini ya mau enggak mau pindah dulu ke Pertalite, sampai harganya normal lagi. Soalnya kalau diisi Pertalite kadang mesin enggak ada tenaganya," ucapnya.
Keluhan yang sama turut disampaikan Syamsul Maarif, warga Tigaraksa. Menurutnya, kenaikan harga BBM dapat membuat beban masyarakat yang saat ini sedang menghadapi kenaikan sejumlah kebutuhan pokok menjadi bertambah.
"Tentu ini sangat memberatkan masyarakat. Pemerintah seharusnya mempertimbangkan dampaknya secara matang karena kenaikan BBM berpengaruh ke banyak sektor," tuturnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengintervensi kenaikan harga pada pertamax guna menjaga stabilitas harga bahan bakar agar tidak semakin membebani masyarakat.
"Harapannya pemerintah bisa menstabilkan lagi harganya ya, karena mau bagaimana pun ini sangat memberatkan. Apalagi bahan pokok pada naik, ditambah harga BBM naik juga," pintanya.