Connect With Us

Rehan Akhirnya Dirujuk ke RSUD Tangerang

| Senin, 14 November 2011 | 12:16

Andri Riyanto alias Bang Keling bersama istri dan putera keduanya Muhamad Rehan. (tangerangnews / dira)


TANGERANG-Muhammad Rehan, bayi belum genap berumur sebulan yang ketika menangis mengeluarkan darah dari kedua rongga matanya, akhirnya dirujuk ke Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Senin (14/11).

Anak kedua dari pasangan Andri Rianto alias Bang Keling dan Siti Muamalah, warga Kampung Kadu Sabrang, RT 3/2, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang ini tiba di RSUD sekitar pukul 11.30 WIB. Kemudian langsung dibawa ke ruang Poliklinik Anak lantai 2.11 untuk diperiksa.

Humas RSUD Kabupaten Tangerang Ahmad Muchlis mengatakan, Rehan akan diperiksa oleh dokter spesialis anak untuk diketahui penyebab mengeluarkan air mata darah.

"Akan lakukan pemeriksaan dahulu. Kita tidak bisa menduga-duga apa penyebabnya," katanya.

Menurut Muchlis kasus ini baru pertama kali terjadi di Tangerang. Pihaknya, belum bisa memastikan apakah Rehan akan dirawat di RSUD atau dirujuk ke tempat lain.

"Dari pemeriksaan ini kita perlu arahan apa Rehan bisa dirawat di sini. Kalau tidak bisa kita akan rujuk ke rumah sakit lain," terangnya.(RAZ)

KAB. TANGERANG
Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill