Connect With Us

Warga Hadang Ekskavator, Penggusuran Bangunan di Lahan Pengembang Kawasan Cisoka Berakhir Ricuh

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:50

Warga menghalangi alat berat untuk menggusur bangunan yang berdiri di atas lahan pengembang di Cisoka, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Kericuhan mewarnai eksekusi bangunan yang berdiri di lahan milik PT. Gradya Murni Utama, perusahaan pengembang properti di Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Kamis 25 Juni 2026.

‎Berdasarkan pantauan Tangerangnews di lokasi, eksekusi tersebut dipimpin oleh Kuasa Hukum PT Gradya Murni Utama, Firdaus Oiwobo dengan membawa sejumlah anggota Perkumpulan Badan Advokat Solidaritas Merdeka Indonesia (Pembasmi).

‎Terlihat, warga yang menempati lahan tersebut tidak terima dengan penggusuran. Beberapa di antaranya menaiki bucket excavator dan tidak mau turun sebelum Kepala Desa Jeungjing datang. 

‎Selain itu, salah seorang warga juga melakukan Salat di tengah jalan untuk menghentikan proses pembongkaran. Aksi warga tersebut memicu ketergangan dengan aparat keamanan hingga kericuhan pecah. Salah seorang warga sampai pingsan di lokasi.

‎Dalam aksi tersebut, sebanyak empat orang diamankan oleh petugas kepolisian lantaran dianggap sebagai provokator.

Firdaus Oiwobo mengatakan eksekusi ini dilakukan lantaran gugatan perusahaan tersebut telah dikabulkan dan memiliki kekuatan hukum tetap sejak tahun 2014.

‎"Ini menertibkan lahan milik kami dari bangunan-bangunan liar karena ada beberapa bangunan yang memang berdiri secara liar dan melanggar," ujarnya di lokasi. 

‎Firdaus menjelaskan ada sebanyak 20 bangli yang berdiri di atas lahan seluas satu hektare milik perusahaan tersebut. Diantaranya rumah tinggal, ruko dan tempat ibadah.

‎ "Makanya kami mengambil kesimpulan bahwa ini harus dibersihkan lahan-lahan ini," jelasnya. 

‎Sementara itu, Nurlaela, Kepala Desa Jeungjing mengatakan bangunan liar tersebut diisi oleh sebanyak empat kepala keluarga (KK) dan telah ditinggali sejak tahun 1990-an.

Menurutnya, warga yang menolak eksekusi lahan tersebut tidak dapat menerima putusan pengadilan. 

"Putusan pengadilan sudah inkrah sejak 2014. Penolakan yang terjadi karena warga menolak putusan," katanya.

‎Nurlaela mengungkapkan, pasca-penertiban warga masih memiliki akses ke hunian lain di kawasan tersebut, sehingga mereka terhindar dari risiko kehilangan tempat tinggal secara mutlak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

KAB. TANGERANG
Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sepakat Damai, Polisi Terlibat Ricuh saat Turnamen Sepakbola di Solear Tidak Dikenai Sanksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:08

Polisi yang terlibat kericuhan pada saat turnamen Pekan Olahraga antar Pegawai (POP) yang mempertemukan tim dari Polresta Tangerang dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak dikenai sanksi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill