TANGERANGNEWS.com-Aktivitas pengolahan dan pembakaran sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) ilegal masih marak ditemukan di wilayah Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Pihak Kecamatan meminta Pemerintah Daerah melalui instansi terkait bisa bertindak lebih tegas untuk menangani persoalan sampah ini.
Galih Prakosa, Camat Sindang Jaya mengatakan, pihaknya telah menutup sebanyak 81 lapak limbah ilegal yang diduga mendatangkan sampah dari luar wilayah di sepanjang tahun 2025.
Namun, hingga kini masih ada oknum yang membandel melakukan praktik tersebut
"Sebetulnya di tahun 2025, kita sudah menutup 81 lapak limbah. Nah, sampai hari ini masih ada dua lapak limbah yang memang masih aktif. Dan itu pun sudah kita laporkan kepada Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk dilakukan penindakan," ujarnya, Jumat 26 Januari 2026.
Galih menyebut, tak jarang aktivitas pengolahan limbah ilegal ini berujung ke pembakaran sampah ilegal.
Menurutnya, dampak dari aktivitas tersebut membuat banyak masyarakat Kecamatan Sindang Jaya terserang Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
"Dampaknya luar biasa, masyarakat mendatangkan sampah, nah itu dilakukan pembakaran, akhirnya banyak juga yang terserang ISPA," jelasnya.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, kata Galih, pihaknya rutin melakukan patroli selama dua kali dalam sepekan untuk mengawasi aktivitas pengolahan limbah di wilayahnya.
Pengawasan dilakukan secara acak, baik pada siang, sore, maupun malam hari. Selain itu, pemantauan juga dibantu menggunakan drone serta laporan masyarakat serta pegiat lingkungan.
"Mereka melakukan justru waktunya umpet-umpetan. Pasti kalau misalkan siang hari kan kita juga punya drone, kita pantau juga dari drone. Termasuk ada juga teman-teman yang di penggiat sosial, Ikut membantu kami mengawasi itu," jelasnya.
Galih berharap, Pemkab Tangerang melalui instansi terkait dapat menangani persoalan sampah di Sindang Jaya secara serius.
"Karena berbicara kewenangan, untuk selanjutnya kita laporkan ke Satpol PP Kabupaten Tangerang agar ditindak lanjuti," tutupnya.