TANGERANGNEWS.com-
Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam program MBG yang diluncurkan oleh Grab-OVO di Kabupaten Tangerang.
"PPATK selalu bersama dengan teman-teman dari kalangan swasta untuk membangun kebersamaan dan daya juang dalam upaya melakukan pemberantasan dan pencegahan pencucian uang," kata Ivan di lokasi.
Ivan memastikan program corporate social responsibility (CSR) pada program MBG untuk siswa disabilitas yang dilakukan Grab dan OVO ini tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"OVO dan Grab bergerak bersama, dibiayai oleh mereka sendiri tanpa APBN dan ini adalah semangat yang sama dengan apa yang sudah diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) Cahaya Manthovani mengungkapkan penyaluran MBG untuk siswa disabilitas di SKh Negeri 01 Kabupaten Tangerang, menjadi bagian dari program CSR lanjutan Grab dan OVO yang sudah berjalan sejak tahun lalu.
"Itu kita mulai sedikit demi sedikit, lalu akhirnya kita bekerjasama dengan Grab dan OVO dan akhirnya kita belajar, ternyata sistemnya sangat tersistematis secara baik dan juga transparan," ungkap Cahaya.
Hingga kini, CSR yang dilakukan oleh Grab dan OVO telah menyalurkan MBG untuk 12 SKh dengan total jumlah penerima manfaat lebih dari 2.000 siswa dan guru.
"Alhamdulillahnya tahun ini kami berkembang dan juga lebih banyak CSR yang ikut mendukung MBG CSR swasta ini," katanya.