Connect With Us

Dindik Kabupaten Tangerang Ingatkan Bahaya Bullying dan Konten Digital usai Kasus Bom Rakitan Pelajar

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50

Sekretaris Dindik Kabupaten Tangerang Agus Supriatna. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang menanggapi kasus ledakan Bom yang diduga dilakukan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Sumatera Barat. 

‎Sekretaris Dindik Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna mengatakan, dugaan perundungan atau bullying yang dialami oleh siswa MAN 3 Kota Padang tersebut merupakan persoalan yang  perlu mendapatkan perhatian serius di lingkungan pendidikan. 

‎"Apa yang melatarbelakangi anak ini bertindak sedemikian jauh. Ternyata ini berawal dari bullying di sekolah dan anak ini sering menjadi korbannya, lalu terakumulasi hingga dia berbuat nekat," ujar Agus Supriatna, Rabu 15 Juli 2026.

‎Berkaca dari kasus tersebut, kata Agus, pihaknya akan memperkuat upaya pencegahan bullying di sekolah. Hal itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman pada para peserta didik. 

‎"Pada kegiatan Masa MPLS ada sebuah program namanya Budaya Sekolah Aman dan  Nyaman (BASN) yangg berfokus pada lingkungan belajar di mana seluruh warga sekolah merasa aman secara fisik, psikologis, sosial, dan digital. Suasana ini dibangun dari nilai dan kebiasaan bersama yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi, sehingga proses belajar menjadi kondusif," ungkapnya. 

‎Selain itu, Agus meminta seluruh unsur berperan mulai dari wali kelas, kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), serta orang tua untuk melakukan deteksi dini pada perubahan perilaku siswa.

‎"Dan pendekatan yang  dilakukan harus pembinaan, pendampingan, dan konseling, bukan memberikan stigma atau menghakimi peserta didik," ujarnya. 

Menurut ‎Agus, kasus tersebut juga menjadi alarm pentingnya pemahaman literasi digital agar siswa terhindar dari paparan konten yang mengandung kekerasan maupun tindakan berbahaya. 

‎"Kami terus mendorong sekolah untuk mengajarkan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, memahami etika bermedia digital, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung kekerasan, radikalisme, maupun tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain," tambahnya. 

‎Lanjutnya, pengawasan peserta didik tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, sehingga orang tua pun harus dapat lebih aktif mengawasi penggunaan internet, media sosial, serta aktivitas anak dirumah. 

‎"Gawai bisa berada di tangan anak, tetapi nilai dan karakter harus tetap berada dalam bimbingan orang tua. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan benteng terkuat dalam melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif di dunia digital," pungkasnya. 

BANTEN
Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

TEKNO
Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Usung Konsep Soft Water, Coway Indonesia Kenalkan Yonsu yang Mampu Tingkatkan Kualitas Air untuk Perawatan Kulit dan Rambut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08

Coway Indonesia memperluas lini solusi home wellness dengan memperkenalkan Yonsu, water softener yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat bersentuhan dengan kulit dan rambut.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill