Connect With Us

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Ilustrasi digital eye strain karena menatap layar gadget terlalu lama. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

Namun, paparan layar dalam waktu lama dapat menimbulkan keluhan pada mata yang dikenal sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome.

Digital eye strain merupakan kumpulan gejala pada mata dan area sekitarnya yang berkaitan dengan penggunaan perangkat digital secara berulang dan dalam durasi panjang. 

Kondisi ini dapat terjadi saat menggunakan komputer, ponsel, tablet maupun televisi.

Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Serang dr. Rina W., Sp.M mengatakan, penggunaan layar yang berlebihan menjadi persoalan yang banyak ditemukan pada pasien dari berbagai kelompok usia.

“Digital Eye Strain adalah epidemi senyap di era modern. Hampir setiap pasien yang datang konsultasi dengan saya dari anak-anak hingga orang dewasa memiliki pola penggunaan layar yang melebihi batas yang nyaman bagi mata. Dan sebagian besar tidak menyadari bahwa keluhan yang mereka rasakan sebenarnya bisa dikurangi dengan perubahan kebiasaan yang sederhana,” bebernya. 

Salah satu faktor yang dapat memicu keluhan tersebut adalah berkurangnya frekuensi berkedip ketika seseorang fokus menatap layar. 

Padahal, berkedip berfungsi menjaga kelembapan permukaan mata serta membantu membersihkan debu dan partikel kecil.

Ketika frekuensi berkedip berkurang, mata dapat menjadi lebih kering, terasa perih, hingga mengalami iritasi.

Selain itu, mata juga terus bekerja untuk mempertahankan fokus saat melihat objek dari jarak dekat. 

Aktivitas tersebut dapat menyebabkan otot mata mengalami kelelahan, terutama jika berlangsung selama berjam-jam.

Keluhan yang muncul dapat berupa penglihatan buram sesaat, sakit kepala, hingga rasa berat di sekitar mata. 

Dalam beberapa kondisi, ketegangan juga dapat dirasakan hingga area dahi, kepala dan leher.

Posisi tubuh saat menggunakan perangkat digital turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. 

Layar yang terlalu tinggi atau rendah, pencahayaan yang tidak sesuai, serta meja dan kursi yang kurang ergonomis dapat memicu ketegangan pada leher, bahu dan punggung.

Gejala digital eye strain dapat berbeda pada setiap orang. Mata bisa terasa panas, perih, gatal atau seperti kemasukan pasir. 

Mata merah, sulit fokus, mudah silau, sakit kepala dan rasa kaku pada leher maupun bahu juga dapat muncul setelah terlalu lama menggunakan perangkat digital.

Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi karena mata dan otak terus menerima stimulasi visual dalam waktu panjang.

Menurut dr. Rina, sejumlah keluhan yang telah berlangsung lama terkadang berkaitan pula dengan kondisi mata yang belum mendapatkan koreksi secara tepat.

“Yang sering saya temui adalah pasien yang sudah bertahun-tahun mengalami sakit kepala atau mata perih hampir setiap hari, dan menganggap itu sebagai hal biasa. Ternyata setelah dievaluasi, ada koreksi kacamata yang belum tepat, ditambah dengan kebiasaan layar yang perlu dibenahi,” jelasnya. 

Digital eye strain dapat dialami siapa saja. Namun, pekerja yang banyak menggunakan komputer, pelajar dan mahasiswa, serta anak-anak dan remaja yang rutin menggunakan gadget termasuk kelompok yang berpotensi mengalami keluhan tersebut.

Orang dengan gangguan refraksi seperti miopia, hipermetropi atau astigmatisme yang belum menggunakan koreksi penglihatan secara tepat juga perlu memperhatikan kondisi mata mereka.

Salah satu langkah sederhana untuk mengurangi kelelahan mata adalah menerapkan aturan 20-20-20. 

Setelah menatap layar selama 20 menit, pandangan dapat dialihkan ke objek dengan jarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik.

Kebiasaan berkedip juga perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kelembapan mata. Penggunaan air mata buatan dapat menjadi salah satu pilihan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga medis.

Pengaturan posisi layar dan kondisi ruangan juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan. Jarak layar disarankan sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata, sementara bagian atas layar ditempatkan sedikit di bawah level mata.

Pengguna perangkat digital juga dapat mengatur tingkat kecerahan layar sesuai kondisi lingkungan, mengurangi pantulan cahaya, serta memastikan pencahayaan ruangan tetap memadai.

Pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan, terutama bagi pengguna kacamata. Koreksi penglihatan yang sudah tidak sesuai dapat membuat mata bekerja lebih keras saat melihat layar.

Keluhan digital eye strain umumnya dapat berkurang setelah mata beristirahat dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. 

Namun, pemeriksaan ke dokter spesialis mata tetap diperlukan apabila penglihatan buram tidak membaik, sakit kepala semakin sering, mata merah berkepanjangan, atau muncul rasa tidak nyaman yang terus berulang.

Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan mata, termasuk evaluasi keluhan yang berkaitan dengan penggunaan perangkat digital serta pemeriksaan refraksi.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandy, mengatakan layanan pemeriksaan mata ditujukan untuk membantu pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi penglihatannya.

“Oleh karena itu, Bethsaida Hospital Serang berkomitmen memberikan layanan yang komprehensif bagi pasien melalui dokter spesialis kami yang berpengalaman dan berbasis bukti agar dapat memberikan solusi yang aman dan tepat,” pungkasnya. 

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34

Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill