Connect With Us

Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen

Redaksi | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18

Petugas Samsat Cikokol melakukan cek fisik kendaraan yang hendak mutasi dari luar Provinsi Banten dengan memanfaatkan diskon potongan sebesar 20 persen. (@TangerangNews / Redaksi)

TANGERANGNEWS.com – Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk. 

Pemerintah Provinsi Banten memberikan diskon pajak kendaraan sebesar 20 persen dan 40 persen. 

Kepala Samsat Cikokol Awal Pasenggong mengatakan, insentif tersebut diberikan untuk mendorong masyarakat melakukan mutasi kendaraan sekaligus menertibkan administrasi kendaraan yang digunakan di wilayah Provinsi Banten.

Dalam program tersebut, kendaraan pribadi yang melakukan mutasi masuk dari luar Provinsi Banten mendapatkan diskon sebesar 20 persen. Sementara itu, kendaraan milik perusahaan yang melakukan mutasi masuk ke wilayah Banten mendapatkan diskon yang lebih besar, yakni 40 persen.

"Untuk mutasi masuk kendaraan pribadi dari luar Banten ada diskon 20 persen, sedangkan kendaraan perusahaan mendapatkan diskon 40 persen," ujar Awal.

Ia menjelaskan, masyarakat yang memiliki kendaraan dari luar daerah dan telah digunakan di wilayah Banten dapat memanfaatkan program tersebut untuk mengurus administrasi kendaraan sekaligus mendapatkan keringanan pembayaran. Menurutnya, program insentif mutasi masuk ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih tertib dalam administrasi kendaraan bermotor.

Berlaku hingga Desember 2026

Awal menambahkan, keringanan ini memiliki masa berlaku lebih panjang. Khusus mutasi ke wilayah Provinsi Banten, pemberian diskon berlaku hingga 23 Desember 2026.

Ia pun mengimbau masyarakat yang memiliki kendaraan dari luar Provinsi Banten untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut. "Silakan dimanfaatkan oleh masyarakat yang kendaraannya dari luar Banten dan ingin melakukan mutasi masuk. Ada keringanan yang diberikan pemerintah," katanya.

Menurut Awal, program ini juga menjadi momentum bagi pemilik kendaraan untuk memastikan administrasi kendaraannya sesuai dengan wilayah tempat kendaraan tersebut digunakan.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program hingga batas waktu yang telah ditentukan dan tidak menunggu sampai mendekati akhir periode.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

"Harapannya masyarakat semakin tertib administrasi dan tertib membayar pajak kendaraan. Ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak," tuturnya.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

BANDARA
WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07

Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

BANTEN
Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill