Connect With Us

Kekeringan di Kabupaten Tangerang Meluas, 13 Kecamatan Krisis Air Bersih

Muhamad Yusri Hidayat | Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:49

Sejumlah ibu-ibu mengantre air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Dampak dari fenomena El Nino Godzilla yang terjadi di Kabupaten Tangerang semakin meluas. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya terdapat 13 kecamatan di wilayah tersebut yang mengalami krisis air bersih. 

‎Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan fenomena ini telah terjadi sejak Mei 2026 dan diprediksi akan terus berlangsung hingga Oktober 2026.

‎"Dari dampak kemarau panjang, terjadilah kekeringan, kekeringan ini menyebabkan beberapa masalah, di antaranya kekurangan air bersih, kebakaran, dan potensi puso atau gagal panen pada lahan pertanian," ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Taufik menjelaskan cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kemarau panjang yang berdampak pada krisis air bersih di 64 Desa/Kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan.

‎Rinciannya yakni Kecamatan Legok, Tigaraksa, Jambe, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru serta Pagedangan.

‎"Terkait dengan kebutuhan air bersih hingga saat ini, kekeringan melanda 13 kecamatan di kabupaten Tangerang, kemudian 64 desa atau kelurahan," jelas Taufik.

‎Akibat bencana kekeringan ini, sebanyak 1.565 KK atau 6.260 jiwa mengalami krisis air bersih. 

‎Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PMI, Perkim, PDAM, serta swasta untuk mendistribusikan bantuan air bersih pada warga yang terdampak. "Alhamdulillah seluruhnya air terpenuhi," tuturnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

OPINI
Fenomena Sarjana Pengangguran

Fenomena Sarjana Pengangguran

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50

Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.

TEKNO
Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Dukung Ekosistem EV, PLN Sabet Gelar Booth Pameran Terfavorit di GIIAS 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:31

Ajang pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi menutup rangkaian kegiatannya melalui malam penghargaan Exhibitor Night yang dihelat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill