TANGERANGNEWS.com-Menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), perajin panjat pinang yang menggunakan bahan dasar bambu di Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mulai dibanjiri orderan.
Salah seorang pedagang bambu Apeng, 41, mengatakan bambu yang ia jual akan dibuat menjadi bahan baku untuk perlombaan panjat pinang dan penyangga umbul-umbul.
Apeng menambahkan, harga satu unit kerajinan panjat pinang berbahan dasar bambu dengan tinggi 8 meter dibanderol Rp300 ribu. Namun, harga tersebut masih bisa ditawar.
"Alhamdulillah tahun ini ada kenaikan, kalau tahun lalu bambu untuk panjat pinang pesanannya ada 10 unit, kalau tahun ini udah 20 unit. mudah-mudahan lebih banyak lagi," ujar Apeng, Selasa 11 Juli 2026.
Adapun, jenis bambu yang digunakan merupakan bambu gombong yang diambil dari daerah Rangkas Bitung, Bayah, Kabupaten Lebak serta Pandeglang.
"Kalau terbuat dari pohon pinang asli itu bisa jutaan harga satuannya, kalau pakai pohon bambu itu kan ratusan ribu," sebutnya.
Selain itu, kata Apeng, pembuatan kerajinan panjat pinang dengan bahan dasar bambu terbilang lebih mudah.
Proses pembuatannya di mulai dari melubangi batang bambu, kemudian memasang bambu berbentuk silang, merangkai lingkaran di pucuk pohon bambu untuk mengaitkan hadiah perlombaan.
Selanjutnya, batang pohon bambu tersebut diamplas untuk menghilangkan bulu-bulu halus yang berada di batang bambu serta agar membuat permukaannya licin.
"Untuk dua unit itu proses pembuatannya memakan waktu satu sampai dua hari," katanya.
Selain menjual kerajinan panjat pinang berbahan dasar bambu untuk perlombaan, Apeng juga menjual batang bambu untuk penyangga umbul-umbul bendera yang dihargai Rp100 ribu per-ikat berisi 10 batang bambu.
Selain itu, bilah bambu untuk memasang baliho dibandrol dengan harga Rp250 ribu per unit.
"Pemesanan banyak dari wilayah Tangerang dan sekitarnya. Paling jauh itu mengantar sampai ke Tangerang Selatan," jelasnya.