Connect With Us

Viral! Penerima Bantuan Beras Kena Pungli Oknum Warga di Sindang Jaya Tangerang

Muhamad Yusri Hidayat | Kamis, 10 September 2026 | 18:21

Potongan video penerima bantuan beras kena pungli oknum warga di Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. (Istimewa / Istimewa)

‎TANGERANGNEWS.com-Beredar sebuah video yang di unggah di media sosial yang memperlihatkan warga penerima bantuan beras diminta pungutan liar (pungli). 

‎Dalam video yang diposting akun instagram @bapakmilenialtng, terlihat salah seorang warga bersitegang dengan oknum berinisial J, yang meminta uang sebesar Rp30 ribu untuk mengambil kupon bantuan beras gratis atas suruhan RT setempat. 

‎"Kalau kata RT mah, kalau ada yang mau ngasih Rp20 ribu yaudah enggak apa-apa ambil," jelas J, dalam video yang beredar. 

‎Dalam narasi di unggahan akun tersebut, warga RT01/09, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang yang seharusnya menerima bantuan beras sebanyak 3 karung dengan berat masing-masing 10 Kg, terkena pungli oleh oknum warga.

Galih Prakosa, Camat Sindang Jaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya pungli tersebut, Kamis 10 September 2026.

Ia menjelaskan, praktik itu terjadi di Kampung Kawaron Ilir, Desa Sindang Jaya. Pihaknya pun telah memanggil ketua RT setempat untuk dimintai keterangan.

‎"Pada saat jadwal pembagian surat undangan pembagian beras bantuan untuk warga Kawaron Ilir RT 01/09, Emoay Asong selaku Ketua RT sedang tidak sempat melaksanakan pembagian secara langsung, dikarenakan sedang melakukan persiapan kegiatan peringatan Maulid Nabi," ujarnya.

‎Namun, kata Galih, sang RT membantah telah memberikan perintah untuk melakukan pungli pada warga yang menerima bantuan beras tersebut. 

‎"Berdasarkan keterangan RT, pungutan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi Ibu J dan sama sekali di luar sepengetahuan dan tanpa seizin RT Asong," katanya.

‎Galih telah meminta ketua untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tak terulang. Sementara oknum berinisial J tersebut diminta mengembalikan uang dengan nominal Rp30 ribu kepada warga yang dipungut.

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill