Connect With Us

316 Unit SPPG di Kabupaten Tangerang Berpotensi Serap 12 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:12

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memantau operasional program MBG di SPPG Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa 6 Oktober 2026. (TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkat gizi anak dan ibu hamil, tetapi juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Saat ini tercatat telah ada 316 unit SPPG yang tersertifikasi di wilayah tersebut. Dengan estimasi rata-rata penyerapan 40 tenaga kerja di setiap unitnya, keberadaan SPPG ini diproyeksikan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 12.000 warga.

Hal ini ditegaskan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memantau operasional program MBG di SPPG Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa 6 Oktober 2026.

Selain pemenuhan gizi, Maesyal menegaskan pentingnya dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat sekitar. Di SPPG Parahu 2 saja, terdapat 43 warga lokal yang kini mendapatkan pekerjaan tetap.

"Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas,” katanya.

Adapun peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan berjalan higienis serta sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, hingga aparatur desa setempat, Maesyal memantau langsung dari tahap persiapan bahan baku, pengolahan, higienitas, hingga alur distribusi menggunakan wadah ompreng khusus.

“Alhamdulillah, hari ini kami melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah sesuai SOP dan sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar. SPPG Parahu 2 ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, mulai dari balita, anak TK, SD, SMP, hingga ibu hamil,” ujar Bupati Maesyal.

Maesyal berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi percontohan bagi ratusan unit SPPG lainnya di Kabupaten Tangerang dalam menjaga aspek kebersihan, kerapian alur kerja, ketepatan waktu distribusi, serta sinergi dengan fasilitas kesehatan demi menyajikan menu yang memenuhi standar gizi.

Indah Fitriani, salah seorang relawan pengolah makanan di SPPG Parahu mengaku sangat bersyukur atas hadirnya program MBG karena bisa memberikan penghasilan tetap untuk membantu perekonomian keluarganya.

“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di SPPG ini. Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Kami masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap,” tutur Indah.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill