Connect With Us

Ambil Sampel Sungai Cimanceuri, DLHK Kabupaten Tangerang Selidiki 190 Perusahaan Terkait Pencemaran

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:03

Kondisi Sungai Cimanceuri berwarna hitam dan bau diduga akibat pencemaran limbah industri di kawasan Milenial, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan pengambilan sampel Sungai Cimanceuri yang tercemar di tiga lokasi di sekitar Kawasan Industri Milenium.

Pencemaran tersebut diduga berasal dari salah satu perusahaan di kawasan industri tersebut. 

‎Kepala Seksi Bina Hukum DLHK Kabupaten Tangerang Sandi Nugraha mengatakan uji laboratorium dilakukan guna menelusuri sumber pencemaran Sungai Cimanceuri. 

‎"Jadi untuk yang sampling nanti tinggal nunggu hasilnya. Sekitar 14 hari kerja," ujarnya, Rabu 7 Oktober 2026.

‎Sandi mengungkapkan, terdapat 190 perusahaan di kawasan industri tersebut yang berpotensi menjadi penyebabnya tercemar Sungai Cimanceuri.

Nantinya, hasil uji laboratorium tersebut dapat menguak sumber pencemaran Sungai Cimanceuri. 

"Kalau saya lihat dari waktu verifikasi awal memang sumbernya ada dari dari kawasan ya. Cuma kita belum tahu tenant-tenant yang mana aja. Soalnya ada 190-an untuk jumlah industri," kata Sandi. 

‎Sebelumnya, aliran Sungai Cimanceuri yang berlokasi di Kawasan Industri Milenium perbatasan antara Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa dengan Matagara, Kecamatan Tigaraksa diduga tercemar limbah perusahaan.

Kondisi sungai tersebut menghitam dan menimbulkan aroma bau tidak sedap.

‎Salah satu warga Desa Budi Bulya, Kecamatan Cikupa, Muhammad Ari mengatakan pencemaran Sungai Cimanceuri terlihat usai mengalami penyusutan akibat kemarau ekstrem yang disebabkan fenomena El Nino Godzilla. Selama beberapa minggu, warna air sungai berubah menjadi hitam dan berbau pekat.

‎"Sudah beberapa minggu ini air sungai menyusut, lalu berubah warna menjadi hitam pekat. Bahkan, mengeluarkan aroma bau yang sangat tidak sedap," katanya, Senin 14 September 2026.

KAB. TANGERANG
Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:57

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis solar berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill