Connect With Us

Ditolak Berobat, Pasien Jamkesmas Meninggal

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 11 Desember 2013 | 17:47

Jenazah Agung yang ditolak RS Sitanala (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Diduga  karena ditolak berobat oleh pihak Rumah Sakit (RS) Sitanala, Jalan Dokter Sitanala, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang seorang pasien Jamkesmas, bernama Agung Satrio ,17, warga Kampung Kelapa, RT 07/ 03, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, meninggal dunia, Rabu (11/12).

Ibu korban, Anti Sujarmiati ,45, mengaku,  keluarga kecewa dengan perlakuan pihak RS Sintanala yang dengan sangat sengaja menolak anaknya untuk berobat di RS tersebut pada Selasa (10/12) lalu hingga akhirnya anaknya meninggal Rabu (11/12). Padahal, menurut Anti, dirinya  telah membawa surat rujukan dari Puskesmas.


“Dia bilang dokter spesialis sarafnya tidak ada. Tapi, 30 menit kemudian, ada pasien lain yang disuruh langsung ke dokter spesialis saraf. Mentang-mentang kita gratisan, jadi diperlakukan seenaknya. Kalau memang harus bayar, kami pasti bayar,” ungkapnya  seraya menangis.

Menurutnya, yang lebih menyakitkan adalah ketika pihak RS memberikan saran agar anaknya dibawa ke RS lainnya. Namun, karena kondisi anaknya sudah kritis, dirinya meminta dibantu agar dengan menggunakan kendaraan ambulans, tetapi pihak RS kembali menolak dengan alasan tidak ada.


“Mereka bilangnya tidak ada ambulans, tapi kita jelas-jelas lihat ada tiga ambulans terparkir di sana (RS). Saya benar- benar dendam sama dokter di rumah sakit itu, coba kalau kemarin anak saya langsung ditangani, mungkin tidak akan seperti ini,” imbuh Anti.


Menurut Anti, Agung tewas  meregang nyawa setelah dua pekan mengalami demam disertai kejang-kejang akibat gangguan saraf  akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa bulan lalu.
Berbekal kartu Jamkesmas, upaya keluarga terus dilakukan dengan berobat ke Puskesmas dan di rujuk ke RS Sitanala Kota Tangerang.

Namun sayang, pihak RS Sitanala menolak menanganinya, dengan alasan tidak ada dokter. Agung disarankan agar dibawa RSCM Jakarta oleh dokter di RS Sitanala. Anti yang bingung dengan jawaban pihak RS Sitanala itu, akhirnya membawa pulang kembali Agung ke rumahnya.  Setelah itu, Agung pun meninggal.


Agung dimakamkan di dekat makam ayahnya,  di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kelapa, yang tak jauh dari rumahnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan dr Wibisono saat dihubungi mengakui telah menerima laporan tersebut. Kendati demikian, pihaknya tengah mengkrosceknya ke RS yang bersangkutan. “Kami belum bisa memberikan tanggapan dahulu, karena masih kami kroscek ke RS bersangkutan. Yang jelas, seharusnya Jamkesmas itu berlaku. Sebab, pemerintah tidak ada masalah dengan persoalan anggarannya,” paparnya. Sedangkan pihak RS Sitanala tak ada satu pun perwakilannya  yang bersedia ditemui wartawan.

Sementara secara terpisah Wakil DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengecam keras pihak RS yang menolak pasien. “Seharusnya pihak rumah sakit itu mengedepankan sosialnya, jangan hanya mementingkan bisnisnya saja. Kalau memang di RS itu sedang penuh, berikanlah pertolongan pertama,” ujar Gatot, Rabu (11/12).


Gatot juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, untuk mengambil langkah tegas jika benar ada RS yang masih saja menolak pasien miskin berobat di Kota Tangerang. “Saya juga akan mendorong komisi terkait, untuk turun menyelesaikan permasalahan ini,” tandasnya. 
KOTA TANGERANG
Kejari Kota Tangerang Tetapkan Pejabat PT Angkasa Pura Kargo Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Charter Pesawat

Kejari Kota Tangerang Tetapkan Pejabat PT Angkasa Pura Kargo Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Charter Pesawat

Rabu, 5 Agustus 2026 | 21:22

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang kembali menetapkan satu tersangka baru dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengoperasian pesawat udara di PT Angkasa Pura Kargo (PT APK).

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

BANDARA
Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:54

Empat maskapai internasional resmi bergabung untuk melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, mulai 7 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill