Connect With Us

Banyak Pengemis Eks Kusta, DPRD : Ini yang Rusak Citra Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah, Dira Derby | Jumat, 27 Desember 2013 | 10:49

RS Kusta Sitanala (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Gepeng (gelandangan dan pengemis) yang merupakan mantan penderita kusta masih belum bisa diatasi. Belum adanya solusi dari Pemerintah Kota Tangerang dalam penanganan gepeng ini membuat mereka kerap berkeliaran di jalan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Hidayat mengatakan, benar bahwa para eks penderita kusta ini merupakan pasien yang pernah berobat di Rumah Sakit Sitanala. Namun kebanyakan dari mereka tidak pulang ke daerah asalnya usai berobat dan memilih tinggal di Kota Tangerang.

"Masalahnya mereka di sini masalah menjadi gepeng di pinggir-pinggir jalan. Imbasnya ini akan merusak citra Kota Tangerang," katanya, Kamis (26/12).

Menurutnya, hal ini juga belum bisa diatasi karena belum adanya konsep penanganan gepeng. Pihaknya pernah meminta Pemkot Tangerang untuk membuat panti rehabilitasi, namun belum bisa terealisasi karena terkendala lahan. "Memang lahannya belum ada. Jadi sementara bikin rumah singgah di Jalan Veteran," katanya.

Sebenarnya, kata Hidayat, Pemkot Tangerang telah mengesahkan Perda Pembinaan Anak Jalanan (Anjal), Gelandangan dan Pengemis (gepeng) serta Pengamen tahun 2012 lalu. Namun Perda tersebut belum efektif lantaran Pemkot masih gamang menerapkannya.

"Dalam poin perda tersebut, ada aturan untuk memberikan bantuan kepada Gepeng dan Anjal supaya mereka tidak mengemis lagi. Namun rupanya bantuan tersebut dikhawatirkan malah membuat mereka betah dan main bertambah. Jadi sampai saat ini, aturan itu belum dilaksanakan," tukasnya.

Menurut Hidayat, solusi yang paling tepat adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil secara keseluruhan, bukan pengemis saja. Selain itu, harus dilakukan razia rutin dan penjagaan di lokasi yang dijadikan tempat mangkal para pengemis.

"Razia jangan hanya kadang-kadang ada, jadi mereka balik lagi. Kalau perlu tempatkan perugas Satpol PP di lampu merah yang banyak pengemisnya, supaya mereka tidak lagi mangkal. Ini juga perlu ada koordinasi dengan pihak terkait seperti Kepolisian dan Kementerian Sosial," ujarnya.

Direktur Utama RS Sitanala drg Liliana Lazuardi mengatakan, konsep penanganan eks penderita kusta pernah dia terapkan dengan memulangkan mereka ke kampung halaman. Namun mereka kerap tidak diterima keluarga sehingga kembali ke ke RS Sitanala.

"Kita juga tidak terima mereka, karena tugas kita cuma memberi mereka pengobatan, tapi kalau merawat sekian lama kita tidak ada anggaran. Kalau mereka jadi gepeng itu bukan lagi tanggung jawab kami," katanya.

Meski demikian, kata Liliana, pihaknya pernah meminta kepada Kementerian Sosial untuk menangani para eks penderita kusta, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut.
 
"Harusnya ada penanganan lintas sektoral. Mungkin ada kerja sama dengan Dinas Sosial untuk mengubah mindset masyarakat agar tidak phobia dengan penderita kusta yang sudah sembuh," ujarnya.
BISNIS
Semarak HUT RI, HSB Investasi Trading Cup Tantang Trader Asah Strategi Finansial

Semarak HUT RI, HSB Investasi Trading Cup Tantang Trader Asah Strategi Finansial

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:28

Dinamika pasar keuangan yang bergerak cepat menuntut para trader untuk terus meningkatkan kapasitas, baik dalam membaca peluang maupun mengendalikan risiko.

BANDARA
Spesifikasi Pesawat Airbus A380 Emirates yang Sempat Singgah ke Bandara Soekarno-Hatta, Bisa Terbang 15.000 Km Nonstop

Spesifikasi Pesawat Airbus A380 Emirates yang Sempat Singgah ke Bandara Soekarno-Hatta, Bisa Terbang 15.000 Km Nonstop

Senin, 10 Agustus 2026 | 12:55

Maskapai Emirates memiliki salah satu pesawat komersial terbesar di dunia, yakni Airbus A380 yang pada Sabtu, 8 Agustus 2026, lalu, sempat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

TANGSEL
Pelajar Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Perjalanan Sempat Terhenti

Pelajar Tewas Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Perjalanan Sempat Terhenti

Senin, 10 Agustus 2026 | 18:57

Seorang pelajar tingkat SMA tewas seketika setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang–Parung Panjang di Stasiun Jurangmangu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Senin sore 10 Agustus 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill