Connect With Us

Mantan Kasat Lantas Tangerang itu Dikenal Disiplin

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 19 Maret 2014 | 17:58

AKBP Pamudji (Ardi / TangerangNews)


TANGERANG- Sosok AKBP Pamudji, mantan Kasat Lantas Polres Metro Tangerang  dimata rekannya sebagai polisi yang bersikap tegas memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan familier.  Bahkan dia dikenal sebagai orang yang disipilin.

   "Beliau polisi yang familier dan tanggung jawabnya tinggi dalam tugas,"ucap AKBP Gunawan yang menjabat Kasat Lantas Polres Metro Tangerang menggantikan Pamudji, hari ini. 


   "Pak Pamudji orangnya baik dan mudah bergaul dengan sesama polisi, bahkan dengan siapa pun, "ucap AKBP Gunawan.
 Dengan gugurnya Pamudji, jajaran polisi merasa kehilangan sosok pimpinan yang tegas dan banyak ide baru dalam mengatasi kemacetan lalu-lintas.

   AKBP Pamudji sebelum bertugas di Kadenma Polda Metro Jaya menjabat Kasatlantas Polres Metro Tangerang setahun lebih sejak 2013.  
 
Sementara seorang PNS di lingkungan pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Polres Metro Tangerang Sumardi mengatakan, dirinya masih ingat sekali ketika Pamudji masih menjabata sebagai Kasat Lantas di Polres Tangerang. “Dia orangnya sangat disipilin, kalau pun harus menegur dengan kata-kata pilihan, dia orangnya sangat baik,”  kenang Sumardi.

Sebelumnya pernah berbincang dengan Pamudji sekitar enam bulan lalu disaat dia terakhir menjabat Kasat Lantas di Polrestro Tangerang.  Meski tahu akan dipindah tugas, dia masih sempat berpikir bagaiamana Kota Tangerang terbebas dari kemacetan.

Wartawan sempat terlibat pembicaraan yang serius tetapi santai di halaman Mapolrestro Tangerang. Pamudji ketika itu meminta saran kepada rekan-rekan wartawan mengenai cara menyelesaikan persoalan macet.
 Ketika disarankan oleh wartawan tentang adanya kerjasama dengan Dishub Kota Tangerang dalam penanganan
CCTV yang sudah dipasang Dishub. Pamudji mengatakan, itu akan saya lakukan.

“Tentu itu akan saya lakukan, bagus itu untuk mengatur jumlah personel dan traffight light,” terang polisi yang betubuh tambun itu. 

Tewas

Peristiwa yang dialami AKBP Pamudji sungguh tragis. Dua  luka tembakan bersarang di tubuhnya. Sempat muncul dugaan dia ditembak anak buahnya Brigadir Susanto. Muncul dugaan motif bunuh diri?

"Korban datang ke ruang piket Kayanma dan menegur Brigadir S, karena yang bersangkutan tidak berpakaian lengkap pada saat piket, kemudian Kayanma mengambil senjata Brigadir S dan memerintahkan yang bersangkutan untuk mencari tim piket lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Peristiwa tertembaknya Pamudji terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (18/3). Saat itu ada saksi Aiptu DM, yang baru saja pamit dari ruang piket mendengar suara dua kali tembakan. Tak lama, dia memanggil provost dan menemukan Susanto berlari keluar dari TKP.

Sambil berlari, Susanto berteriak Pamudji bunuh diri. Saksi dan petugas provost segera masuk ke dalam ruangan piket. Di sana, Pamudji sudah bersimbah darah dengan luka tembak di pelipis.

"Saksi melihat jenazah korban dan pistol tergeletak di sisi kanan jenasah korban. Kemudian terhadap Brigadir S dilakukan pengamanan dan saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan," jelas Rikwanto.

Susanto masih berstatus terperiksa. "Proses penyidikan sudah dilakukan," tutup Rikwanto.
 


 
BANTEN
Padam 3 Jam! Ini Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Tangerang Raya Jumat Ini

Padam 3 Jam! Ini Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Tangerang Raya Jumat Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:27

Sejumlah wilayah di Tangerang Raya akan mengalami pemadaman listrik bergilir pada Jumat, 19 Juni 2026. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikokol, Serpong, Teluknaga, dan Cikupa, mengumumkan penerapan manajemen beban sementara

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

KOTA TANGERANG
Cegah Salah Jurusan Karir, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Ekosistem Pembelajaran AI dan Pengalaman Industri

Cegah Salah Jurusan Karir, BINUS @Alam Sutera Hadirkan Ekosistem Pembelajaran AI dan Pengalaman Industri

Senin, 22 Juni 2026 | 20:34

Perubahan lanskap dunia kerja yang bergerak cepat kini menjadi tantangan besar bagi orang tua dan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill