Connect With Us

Hakim Cek Tanah Ibu yang Digugat Rp1 Miliar

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 26 September 2014 | 17:01

Hj Fatimah mengenakan baju putih (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 
TANGERANG-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang mendatangi rumah Hj Fatimah, 90, di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Kenanga, RT 02/RW 01, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangarang, Jumat (26/9) pagi.
 
Kedatangan majelis hakim ini merupakan salah satu agenda sidang untuk melihat langsung tanah seluas 397 meter persegi yang digugat oleh menantu dan anak kandung Fatimah.
Dalam sidang di tempat ini, selain hakim dan panitera, juga dihadiri kedua belah pihak tergugat dan penggungat.
 Menurut Ketua Majelis hakim Bambang Krisna, dalan sidang perdata ini pihaknya ingin melihat langsung bukti fiksik tanah yang disengketakan serta memeriksa terangan saki terkait batas-bantas tanah.
 
“Kita ingin melihat bukti tanah yang diperkarakan. Untuk memastikan bahwa memang benar ada dan ukurannya sesuai. Jangan sampai kita sidang, tetapi tanahnya tidak ada,” katanya.
 
Selain memeriksa bukti fisik tanah, majelis hakim juga ingin mempertemukan kedua pihak penggugat dan tergugat yang masih anggota keluarga ini untuk bisa berunding agar masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
 
“Supaya mereka ada kesepakatan yang terbaik. Meski proses hukum tetap berjalan, jika ada kesepakatan dari pihak penggugat dan tergugat, bisa jadi pertimbangan hakim,” jelasnya.
 
Sementara anak bungsu Fatimah, Amas, 37, berharap agar hakim bisa adil dalam memutuskan perkara tersebut.
“Saya minta hakim punya rasa keadilan. Kalau sampai harus bayar gugatan sebesar Rp 1 miliar enggak mungkin. Dan kalau harus pergi dari sini, nanti tinggal di mana,” jelasnya.
 
KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Jadi Satu-satunya Peraih LPM Award 2026 di Banten

Pemkot Tangerang Jadi Satu-satunya Peraih LPM Award 2026 di Banten

Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima penghargaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) 2026 atas dukungan dalam pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.

TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

SPORT
Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Targetkan 3.000 Peserta, Tangerang 10K 2026 Sediakan Posisi Start Terdepan hingga Festival Kuliner

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:59

Perhelatan akbar yang digelar Harian Kompas bersama bank bjb dan Pemeritah Kota (Pemkot) Tangerang ini menghadirkan program The Frontliner hingga jumlah kuota peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill