Connect With Us

Gorok Ibu, Ayah dan Adik Bekas Pacar karena Tak Direstui Pacaran Lagi

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 22 Oktober 2014 | 18:31

terdakwa gugum di persidangan Rabu (22/10) (rangga / TangerangNews)

TANGERANG-Terdakwa pembunuhan tiga anggota keluarga mantan pacar, Ramadhan Gumelar alias Gugum, 25, mengaku sebenarnya hanya kesal pada ibu mantan pacarnya, Herawati. Gugum mengaku dirinya sering disuruh-suruh untuk membantu keluarga mantannya, Dewi, namun dirinya malah dihina.

“Sebenarnya saya kesal hanya sama Ibu Herawati, tapi saya panik dan takut ketahuan polisi jadi membunuh yang lain,” kata Gugum. Dalam persidangan yang agendanya mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (22/10) tadi, Gugum mengatakan dirinya sering disuruh mengepel lantai rumah, menganter adik Dewi sekolah, memperbaiki mobil di bangkel dan lainnya.

Gugum mengaku sempat tujuh tahun pacaran dengan Dewi, namun hubungannya putus nyambung. Dia juga sering ke rumah mantan pacarnya itu. Keluarga Dewi juga kerap memberinya makan dan meminjamkannya uang untuk usaha.

Pada 29 April 2014, Gugum diminta Dewi untuk mendatangi ibunya, Herawati, di Jalan Bungur III, RT 06/06, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, guna membayar hutang sebesar Rp 6,6 juta. Saat itulah Gugum meminta izin kepada Herawati untuk kembali menjalin hubungan asmara dengan Dewi.

“Saya ingin melanjutkan hubungan serius dengan Dewi, tapi ibunya malah bilang tante butuh uang, hidup tidak bisa mengandalkan cinta. Kamu belum punya pekerjaan dan keluarga kamu tidak jelas,” kata Gugum kepada Ketua Majelis Hakim, Jamuka Sitorus.

Mendengar perkataan Herawati, Gugum tersinggung. Merasa harga diri dan keluarganya dihina, membuat Gugum kalap. Hingga akhirnya memukul Herawati dan adik bungsu Dewi, Prasetyo, dengan kunci pipa. Gugum juga menggorok keduanya dengan pissau dapur untuk memastikan mereka tewas. Dengan kunci pipa itu juga Gugum membunuh ayah Dewi, Dukut, dengan memukul kepalanya berkali-kali. Gugum sempat mencoba membunuh Bagus, adik kedua Dewi, namun gagal karena mendapat perlawanan.

Akhirnya, Gugum ditangkap warga setelah mencoba melarikan diri lewat atap rumah korban. Atas perbuatannya, Gugum didakwa Pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan subsider Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 339 tentang pembunuhan yang diikuti disertai dengan tindak pidana lain dan 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang menyebakan luka berat dengan ancaman hukuman mati.
TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

BANTEN
Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Hari Pertama SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Lingkungan Terkendala Titik Koordinat

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:17

Sejumlah kendala muncul pada hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SKh.

KAB. TANGERANG
Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Antrean Pertamax di SPBU Tangerang Sepi Gegara Harga Naik, Warga Terpaksa Pakai Pertalite

Rabu, 10 Juni 2026 | 21:31

Kenaikan harga yang terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memunculkan keluhan dari sebagian warga Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill