Connect With Us

Wali Kota Setuju Pembentukan Pokja RTH

Denny Bagus Irawan | Jumat, 24 Oktober 2014 | 18:03

Arief R Wismansyah (ARW) (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku, pihaknya sangat setuju dengan usulan DPRD Kota Tangerang agar dibentuk kelompok kerja (Pokja) khusus Ruang Terbuka Hijau (RTH).  Karena, kata dia, seperti diketahui permasalahan RTH memang masih jauh dari ideal.

“Itu karena pengembang-pengembang yang dulu tak terawasi. Kalau yang ada saat ini kita tagih dulu komitmen RTH-nya,” ujar Arief.

 Ditanya jumlah RTH, Arief mengaku untuk yang dimiliki pemerintah baru 11 persen. Sedangkan milik swasta 10 persen. Sehingga total luas RTH yang ada saat ini jumlah keseluruhan sebanyak 21 persen dari luas Kota Tangerang.

“Idealnya kan 30 persen. Memang kalau setahu saya kita kekurangan 1.600 hektare RTH yang harus dimiliki pemerintah. Tetapi duit kita tak cukup, bayangkan kalau rata-rata satu meter Rp1 juta, satu hectare saja Rp10 miliar, kalau butuh sebanyak 1.600 hektare bisa Rp16 trilun,” terangnya.

Sedangkan Kota Tangerang, kata Wali Kota, memerlukan pembangunan yang lebih prioritas seperti pembebasan tanah dalam proyek normalisasi Kali Angke, Sekolah dan Puskesmas.  “Memang soal RTH ini harus segera dilakukan pembenahan. Saya setuju kalau itu (Pokja) dibentuk,” katanya.

Arief juga menyatakan, jika selama ini aturan pembangunan sebuah rumah 60 persen dibangun dan 40 persen untuk untuk taman atau ruang terbuka, kedepan akan terbalik.

“Kedepan dibalik, yang bisa dibangun 40 persen saja, 60 yang buat tamannya. Jadi konsepnya membangun vertical,” katanya.  
Mengenai pengembang yang nakal serta yang melarikan diri dari tanggung jawab RTH, pihaknya akan segera berkonsultasi kepada Kejaksaan Negeri Tangerang.

Diketahui sebelumnya, minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Tangerang membuat DPRD Kota Tangerang mengusulkan adanya Kelompok Kerja (Pokja) khusus untuk mendata RTH yang selama ini tak pasti datanya.

Harapan DPRD dari adanya Pokja tersebut Kota Tangerang dapat memiliki kualitas air tanah yang bagus, mengurangi polusi udara dan dapat menjadi daerah resapan air untuk mengurangi dampak banjir.
 
 
  
 
 
NASIONAL
ESDM Buka Peluang Pertamax Turun Lagi, Asal Harga Minyak Dunia Ikut Melandai

ESDM Buka Peluang Pertamax Turun Lagi, Asal Harga Minyak Dunia Ikut Melandai

Rabu, 17 Juni 2026 | 13:45

Pemerintah menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi masih akan mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia.

PROPERTI
Gandeng UI, Pengembang Rumah Subsidi MGK Serang Sulap Kawasan Hunian Jadi Laboratorium Riset

Gandeng UI, Pengembang Rumah Subsidi MGK Serang Sulap Kawasan Hunian Jadi Laboratorium Riset

Kamis, 18 Juni 2026 | 11:51

Pengembang perumahan bersubsidi Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) Serang, PT Infiniti Triniti Jaya (Infiniti Land) berkolaborasi dengan dunia akademik melalui kerja sama penelitian bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan

KOTA TANGERANG
Polisi Gerebek Warung Madura Jual Ratusan Butir Tramadol di Batuceper

Polisi Gerebek Warung Madura Jual Ratusan Butir Tramadol di Batuceper

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:18

Unit Reskrim Polsek Batuceper membongkar praktik peredaran obat daftar G jenis Tramadol ilegal berkedok warung Madura, pada Minggu, 14 Juni 2026 dini hari.

BANTEN
Tunggu Pengumuman Resmi, Kota Tangerang Juara Umum Popda Banten 2026 

Tunggu Pengumuman Resmi, Kota Tangerang Juara Umum Popda Banten 2026 

Rabu, 17 Juni 2026 | 14:32

Kontingen Kota Tangerang tengah menunggu pengumuman resmi gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill