Connect With Us

Harga BBM Turun, Pengguna Jasa Angkot di Kota Tangerang Desak Penyesuaian Harga

Denny Bagus Irawan | Minggu, 4 Januari 2015 | 17:03

Ilustrasi Angkot di Tangerang Demo (Dira Derby / TangerangNews)

 
TANGERANG-Pengguna jasa angkot di Kota Tangerang mendesak agar pemerintah daerah setempat untuk segera bisa menyesuaikan tarif angkutan umum kota (angkot)  dengan disesuaikan  turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Adapun jumlah angkot yang ada di Kota Tangerang saat ini sekitar 5.000 unit. Angkot tersebut beroperasi di 20 trayek.

“Giliran naik mereka buru-buru ikut naik (harga BBM). Sekarang turun kok enggak ikutan turun, pemerintah daerah bagaimana ini, seharusnya diatur juga kalau turun,” ujar Ipah warga Cipondoh Kota Tangerang.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang bersama Organda menyepakati kenaikan tarif angkutan umum sebesar Rp 1000. Tarif tersebut mulai berlaku pada 20 November 2014.
 
 
Meski harga BBM turun per 1 Januari 2015. Namun, Angkot yang ada di Kota Tangerang tidak ada perubahan. Mereka tetap mengenakan tarif saat BBM naik beberapa waktu lalu.


 Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangerang Rudi Faisal Siregar mengatakan, harga minyak dunia memang belakangan ini sering tidak stabil.  Karenanya, pihaknya tidak ingin tarif angkota juga ikut turun.

“Sementara ini tarif enggak mungkin diturunkan. Karena turunnya harga BBM ini  kan mengikuti harga minyak dunia. Jadi bisa tiba-tiba naik lagi,” kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangerang Rudi Faisal Siregar, Minggu (4/1).
 
Menurunya, menurunkan tarif angkot akan menjadi riskan dan dapat menimbulkan gejolak jika harga BBM tiba-tiba naik lagi.
“Memang idealnya turun, tapi ini riskan. Kita juga dilema, kalau salah ambil keputusan, para sopir angkot bisa demo lagi,” ujarnya.
TEKNO
Apa itu Earnings Call dan Dampaknya ke Market Crypto

Apa itu Earnings Call dan Dampaknya ke Market Crypto

Kamis, 7 Mei 2026 | 15:31

Earnings call menjadi salah satu momen penting dalam dunia investasi karena mempengaruhi pergerakan pasar global. Tidak hanya saham, dampaknya juga bisa merembet ke market crypto.

NASIONAL
Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026 | 10:20

Praktik fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini masih banyak ditemukan dalam berbagai urusan administrasi. Padahal, pemerintah menilai penggunaan fotokopi identitas tersebut sudah tidak lagi relevan di era digital.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

PROPERTI
Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54

Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill