Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNews.com-Hasil perhitungan perolehan suara dari pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 15, Kelurahan Nusajaya, Karawaci, Sabtu (25/2/2017) menunjukan pasangan WH-Andhika memperoleh 205 suara, sementara Rano-Embay memperoleh 128 suara, suara tidak sah sebanyak 12 suara.
Hasil PSU ini berbeda dengan pemungutan suara pada Rabu (15/2/2017), dimana di TPS 15 Kelurahan Nusajaya, WH-Andhika memperoleh 235 suara, Rano-Embay memperoleh 133 suara.
Dikatakan Kaitman, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Nusajaya, warga yang menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut sebanyak 345 pemilih yang terdiri dari laki-laki 161 pemilih, perempuan 184 pemilih.
Sementara, dari angka partisipasi pemilih, terjadi penurunan jumlah pemilih pada PSU jika dibandingkan pada pemungutan suara sebelumnya, Rabu (15/2/2017), dimana jumlah pemilih saat itu sebanyak 368 orang. Sementara jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap sebanyak 616 orang.
"Mungkin karena sebagian pemilih tidak bisa datang ke TPS karena bekerja," katanya
Perhitungan hasil pemungutan suara tersebut dimulai sekitar pukul 13.45 WIB dan selesai pukul 14.30 WIB.
"Selanjutnya kami langsung menuju ke kantor kecamatan Karawaci untuk menggelar pleno," imbuh Kaitman.
Proses perhitungan suara tersebut sempat diwarnai kegaduhan karena sekelompok perempuan mengucapkan kata hamdalah setiap kali KPPS mengumumkan hasil pencoblosan kedua paslon.
Sehingga memaksa anggota KPPS lain memperingatkan agar tidak ada suara gaduh yang mengganggu proses perhitungan suara tersebut.
Selain itu, saat pencoblosan maupun perhitungan suara, hanya disaksikan oleh saksi dari Paslon Wahidin Halim-Andhika Hazrumy, saksi dari paslon Rano Karno-Embay Mulya Syarif tidak tampak dilokasi.
TODAY TAGPenyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews