Connect With Us

Polisi akhirnya lepas semua pendemo Panwaslu Kota Tangerang

Denny Bagus Irawan | Sabtu, 25 Februari 2017 | 16:00

Seorang pendemo yang ditangkap petugas Polres Metro Tangerang. (@tangerangnews 2017 / Raden Bagoes Irawan)


TANGERANGNews.com-Petugas Polres Metro Tangerang akhirnya melepas semua pendemo Panwaslu Kota Tangerang termasuk tiga orang koordinator aksi yang sempat diamankan, Sabtu (25/2/2017).


"Semua sudah dibebaskan,  hanya ada kesalah pahaman dari polisi. Kedepan kita akan tertib, mungkin karena orang baru semua. Terima kasih kepada Pak Kapolres, " ujar Usup Supandi salah seorang koordinator aksi, kepada wartawan di Polres Metro Tangerang.

Namun, kata dia, beberapa rekan-nya mengalami luka lecet karena dipukuli petugas polisi. "Beberapa ada yang luka karena dipukuli. Mereka adalah pejuang demokrasi kok dipukuli, " tuturnya.

Pantauan di lokasi, sekitar 100 orang massa mendatangi kantor Panwaslu Kota Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka datang dengan menggunakan mini bus sekitar 18 unit.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Arlon Sitinjak mengatakan, mereka awalnya diamankan karena tidak adanya pemberitahuan siapa yang bertanggung jawab dalam aksi tersebut.

 

"Jadi bukan karena ada apa-apa, karena tak ada di dalam pemberitahuan siapa yang bertanggung jawab dalam demonstrasi itu," terangnya.

TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill