KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Karnaval budaya dan sepeda hias memeriahkan rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, di Perumahan Ciledug Indah II, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (19/8/2017).
Selain untuk memupuk jiwa nasionalisme sejak dini , melalui kegiatan ini anak-anak diajarkan agar menghargai jasa pahlawan dan dapat meneruskan jiwa patriotismenya.
Dalam kegiatan ini, peserta karnaval diharuskan mengenakan pakaian adat daerah mulai dari Jawa, Betawim Bali dan beberapa daerah lain. Selain itu mereka menghias sepeda dengan ornamen warna merah putih. tentu saja, peserta karnaval antusias menyusuri jalan yang rutenya telah ditentukan penyelenggara.
Ruri, panitia penyelenggara mengatakan, kegiatan karnaval budaya dan sepeda hias ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keberagaman budaya bangsa kepada anak-anak, sekaligus memupuk jiwa nasionalisme sejak dini. “Selain itu mengajarkan mereka untuk mengenang jasa para pahlawan untuk meneruskan jiwa patriotismenya,” katanya.
Salah seorang peserta karnaval, Naradipa mengaku senang dapat mengikuti karnaval di Hari Kemerdekaan Indonesia. karena dapat mengenakan pakaian adat dan naik sepeda hias bersama teman.(RAZ)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Ledakan hebat di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu, 14 Oktober 2026, tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan merusak bangunan, tapi juga berdampak pada nasib para pedagang lantaran tidak bisa berjualan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews