Satgas Anti Rentenir Dibentuk di Tangerang, Cegah Warga Terjebak Pinjaman Ilegal
Jumat, 11 September 2026 | 19:22
Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir resmi dibentuk oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Karnaval budaya dan sepeda hias memeriahkan rangkaian kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, di Perumahan Ciledug Indah II, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (19/8/2017).
Selain untuk memupuk jiwa nasionalisme sejak dini , melalui kegiatan ini anak-anak diajarkan agar menghargai jasa pahlawan dan dapat meneruskan jiwa patriotismenya.
Dalam kegiatan ini, peserta karnaval diharuskan mengenakan pakaian adat daerah mulai dari Jawa, Betawim Bali dan beberapa daerah lain. Selain itu mereka menghias sepeda dengan ornamen warna merah putih. tentu saja, peserta karnaval antusias menyusuri jalan yang rutenya telah ditentukan penyelenggara.
Ruri, panitia penyelenggara mengatakan, kegiatan karnaval budaya dan sepeda hias ini dimaksudkan untuk memperkenalkan keberagaman budaya bangsa kepada anak-anak, sekaligus memupuk jiwa nasionalisme sejak dini. “Selain itu mengajarkan mereka untuk mengenang jasa para pahlawan untuk meneruskan jiwa patriotismenya,” katanya.
Salah seorang peserta karnaval, Naradipa mengaku senang dapat mengikuti karnaval di Hari Kemerdekaan Indonesia. karena dapat mengenakan pakaian adat dan naik sepeda hias bersama teman.(RAZ)
Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir resmi dibentuk oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews