Connect With Us

Underpass Ciledug Banjir

| Minggu, 22 Maret 2009 | 12:57

TANGERANGNEWS.COM-Jalan bawah tanah (underpass) di perempatan Ciledug yang selesai pada Mei 2008 lalu banjir pada Sabtu (21/03) malam. Akibatnya pengguna jalan tidak bisa menggunakan underpass tersebut yang berujung pada kemacetan yang mengular hingga mencapai 1 kilometer. Pantauan tangerangnews.com malam itu, tampak kepanikan pengguna jalan karena padatnya arus kendaraan malam itu. Bahkan puluhan kendaraan yang berukuran tinggi pun terpaksa balik arah dan menggunakan jalur atas yang sudah semerawut karena macet. Proyek yang diharapkan masyarakat sekitar Ciledug mampu membebaskan perempatan itu dari kemacetan yang selama ini terjadi itu panjangnya mencapai 500 meter. Sedangkan lebarnya 20 meter dan tinggi 5,1 meter. Proyek Underpass Ciledug yang menelan dana hingga Rp42 miliar itu adalah satu paket dengan pembangunan jalan layang (flyover) Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang. Revieta pengguna jalan tersebut mengatakan, hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi. “Bagaimana bisa ini terjadi, seharusnya sistem saluran airnya dipikirkan jangan sampai seperti ini. Sudah tau Ciledug sering banjir namun sistem drainasenya kok buruk begini,” ucapnya siang ini. Sementara itu, Kepala Humas Pemkot Tangerang Ahsan Annahar mengatakan, underpass Ciledug seperti itu karena intensitas hujan pada hari itu sangat tinggi dan lama. Jadi air yang membanjiri underpass itu bukan karena sistem drainasse yang buruk. Namun karena volume air yang tinggi karena hujan. Meski begitu, Annahar mengatakan, yang terjadi terhadap underpass Ciledug bukan banjir.”Itu hanya tergenang,” katanya. Dia menjelaskan, beda anatara banjir dengan tergenang, kalau banjir surutnya lama sedangkan kalau tergenang cepat kering kembali. “Esok harinya kan sudah kering lagi, jadi bukan banjir namanya,” ujarnya. Meski begitu diakuinya guna jalan bawah tanah itu bisa digunakan kembali, pihaknya menggunakan dua pompa dalam ukuran besar untuk mengeluarkan air. “Dari dinas pengairan sudah menurunkan dua pompa besar untuk menyedot air di sana,” tandasnya.(rangga)
OPINI
Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Kamis, 2 April 2026 | 20:42

Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Ini Alasannya

Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Ini Alasannya

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Pemerintah memastikan rencana kegiatan belajar mengajar secara online atau daring bagi siswa sekolah yang sempat diwacanakan mulai April 2026 resmi dibatalkan.

PROPERTI
Pengamat Nilai Konsep Kota Mandiri Seperti Paramount Gading Serpong Kian Dilirik, Tak Hanya Soal Rumah Hunian

Pengamat Nilai Konsep Kota Mandiri Seperti Paramount Gading Serpong Kian Dilirik, Tak Hanya Soal Rumah Hunian

Kamis, 2 April 2026 | 10:54

Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan dalam pola pengembangan hunian. 

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill