Connect With Us

Dindik Kota Tangerang Dorong Seluruh PAUD Terakreditasi

Advertorial | Rabu, 14 November 2018 | 18:59

Dinas Pendidikan Kota Tangerang menggelar Workshop Supervisi (pengawasan pendidikan) Satuan PAUD dan Dikmas di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (14/11/2018). (TangerangNews/2018 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan Kota Tangerang mendorong seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) agar terakreditasi, dengan memenuhi delapan standar nasional pendidikan.

Dengan status akreditasi yang merupakan ketentuan dari Kementerian Pendidikan, diharapkan lembaga-lembaga tersebut dapat memberikan pelayanan berkualitas demi kemajuan pendidikan di Kota Tangerang

pendidikan

Upaya yang dilakukan Dindik yakni dengan memberikan pendampingan dalam memenuhi standar tersebut sebagai syarat akreditasi, melalui Workshop Supervisi (pengawasan pendidikan) Satuan PAUD dan Dikmas di Gedung MUI Kota Tangerang, yang diikuti sekitar 70 lembaga, Rabu (14/11/2018).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan, akreditasi ini penting untuk lembaga pendidikan. Sebab untuk kemajuan pendidikan di lembaga itu sendiri. “Jika sudah terakreditasi, sebuah lembaga mutunya terjamin. Masyarakat juga merasa diuntungkan dan percaya dengan kualitasnya,” katanya saat membuka workshop.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal Dindik Kota Tangerang M Adli mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan mutu lembaga PAUD dan Dikmas di Kota Tangerang agar memenuhi delapan standar nasional pendidkan.

Adapun delapan standar pendidikan tersebut yaitu Standar Penilaian Pendidikan, Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Proses, Standar Kompetensi Kelulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan dan Standar Sarana dan Prasarana.

“Jika sudah menyiapkan dokumen yang sesuai standar pendidikan, nantinya lembaga dapat lanjut ke tingkat akreditasi,” katanya.

Dalam workhop ini, Dindik pun menghadirkan pihak Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk memberikan supervisi atau pendampingan kepada para pengelola PAUD. “Pendampingannya 1 minggu, dibantu apa saja yang kurang dan  harus dipenuhi, sampai mereka bisa memenuhi standar. Kemudian melaporkannya ke Balai Pengembangan Mutu PAUD dan PNF Dindik Banten, untuk segera diakreditasi,” tambah Aldi.

Sementara Asesor Badan Akreditasi Nasional untuk Tangerang Sofian mengatakan, hingga tahun 2017 sudah ada sekitar 166 lembaga tingkat PAUD (TK, RA, PKBM, LKP) di Kota Tangerang yang terakreditasi. Namun jumlah tersebut baru sekitar 13,72 persen dari total 1207 lembaga yang ada.

“Karena itu workshop supervisi akan terus dilakukan hingga memenuhi target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimana seluruh lembaga PAUD di Indonesia harus terakreditasi pada tahun 2022,” ungkapnya.(Advertorial)

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
485.395 Pekerja di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jamsostek, Sektor Konstruksi Jadi Sorotan

485.395 Pekerja di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jamsostek, Sektor Konstruksi Jadi Sorotan

Selasa, 15 September 2026 | 22:15

Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas jaminan sosial, tercatat masih ada sekitar 485.395 pekerja yang belum terdaftar dalam program Jamsostek.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill