Connect With Us

Warga yang Ditelanjangi Tuntut Pemimpin Aliran

| Senin, 7 Juni 2010 | 19:45

Aliran Sesat (tangerangnews / dens)

TANGERANGNEWS-Muhtadin, 37, salah seorang korban pemukulan sejumlah kelompok massa penganut aliran sesat di Jalan Melati No 5, RT 5/2 Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Tangerang merasa tak terima atas tindak kekerasan terhadap dirinya.
 
Untuk itu, mereka berencana menuntut pemimpin kelompok aliran, Fitri, ke jalur hukum.
Muhtadin mengaku tidak bisa memaafkan perbuatan Fitri bersama kelompoknya  yang menuduh dirinya memiliki tuyul dan melakuakan hubungan zina, hingga dia dipukuli dan ditelanjangi, pada Minggu (6/6) dini hari, kemarin.  
 
“Kami tidak terima dengan perlakuan ini, sebab kami tidak mempunyai salah apapun kepada pelaku, kami mengambil jalur hukum karena pelaku sudah merenggut nama baik dan martabat keluarga kami,” ungkapnya, Senin(7/6).
 
Dalam aksi penganganiayan tersebut, lanjut Muhtadin, tidak hanya dia yang menjadi korban kekerasan tapi istrinya Marfuah 26, dan tetangganya, Yayah, 30, juga menjadi korban. “Kami ditelanjangi dan dipaksa mengaku. Bahkan Yayah juga dipukul kepalanya pakai kayu sampai berdarah,” terangnya.
 
Bapak lima anak ini menambahkan, penuduhan tersebut dilontarkan kepada dirinya lantaran pemipmin aliran tersebut, Fitri, merasa kehilangan emas sebanyak 25 gram dan uang puluhan juta, tapi kenyataannya barang-barang tersebut digunakan oleh ustad yang merupakan masih kerabat keluarga.
 
“Sekarang barang-barang tersebut ada dirumahnya. Kami tidak mau memperkeruh keadaan, walaupun keluarga besar Fitri sudah datang untuk meminta maaf, tapi untuk masalah ini kami tetap mempunyai komitmen yakni jalur hukum,” terang Muhtadin.
 
Sedangkan terkait aliran yang dipimpin Fitri, Muhtadi mengungkapkan, hal ini bermula Fitri sering kesurupan setelah setelah kakeknya meninggal pada minggu lalu. Fitri bersama kelomok yang juga merupakan keluarganya itu pun sering melakukan pengajian terselubung. “Ketika kesurupan, dirinya sering berkhotbah dan mengucapkan jika dirinya utusan Nabi Muhammad,” paparnya.
 
Sementara itu, Ketua RW 02, M Hasan mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum memperbolehkan Fitri dan keluarganya tinggal ditempat tersebut, hal ini untuk mencegah terjadi hal yang berdampak negatif. “Mungkin kami tidak akan memperbolehkan keluarga tersebut tinggal diwilayah kami,” ujar Hasan.(rangga)

HIBURAN
Suzuki XL7 Jadi Mobil Paling Banyak Dicoba Pengunjung GIIAS 2026

Suzuki XL7 Jadi Mobil Paling Banyak Dicoba Pengunjung GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:59

Suzuki XL7 terbaru menjadi salah satu mobil yang paling banyak menarik perhatian pengunjung selama ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

BANDARA
Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Bergabung ke Terminal Khusus 2F Bandara Soetta, 4 Maskapai Baru Layani Jemaah Umrah Mulai 7 Agustus

Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:54

Empat maskapai internasional resmi bergabung untuk melayani keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, mulai 7 Agustus 2026.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill