Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Pelaksanaan Festival Al-Azhom 9 di Kota Tangerang, membuat para pelaku UMKM mendapatkan omzet yang cukup tinggi.
Berbagai produk UMKM yang dijajaran mulai dari kuliner, kerajinan tangan dan busana muslim laris manis dibeli pengunjung.
Salah satu pelaku UMKM kuliner Dimsum, Aisyah menjelaskan selama pelaksanaan event akbar ini, ia sudah menjual sebanyak 1.500 pieces. Total omzet selama tiga hari mencapai Rp8 juta.
"Sudah dua tahun kegiatan ini tidak diadakan, tapi saya selalu menginginkan untuk menjual dagangan saya, karena lewat Festival Al-Azhom selalu mendapatkan omzet yang besar," kata warga Kecamatan Karawaci ini.
Aisyah membeberkan pada hari pembukaan 23 September 2022, dia baru meraup omzet sebesar Rp1,2 juta. Lalu melonjak pada hari Sabtu 25 September 2022, yang mencapai Rp5 juta.
"Saya sangat bersyukur dan sangat terbantu dengan adanya Festival Al-Azhom 9," jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan pelaku UMKM lainnya, oleh Agustina. Dagangannya berupa kerajinan tangan seperti bros, hiasan dinding, dan sebagainya laris manis.
“Kalau jumlah yang terjual saya tidak menghitung, tapi untuk omzet yang dihasilkan bisa mencapai Rp3 juta pada hari Sabtu kemarin," paparnya.
Ia mengaku senang, lewat Festival Al-Azhom omzetnya dapat melambung tinggi dan dengan itu ia dapat meningkatkan kreatifitasnya.
"Semoga dapat menjadikan para UMKM menjadi berkualitas, naik kelas dan bersemangat dalam menjual serta mempromosikan UMKM-nya,” ujar Agustina.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah sebelumnya mengatakan Festival Al-Azhom 9 ini selain dijadikan untuk memupuk tali persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama, tapi juga dapat dijadikan momentum sebagai kebangkitan UMKM.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews