Connect With Us

Kajari Tangerang Sangkal Pertemuan Jaksa DSW Terkait Kasus BRI

| Senin, 14 Februari 2011 | 16:57

Kajari Tangerang Chairul Amir (tangerangnews / dens)

 
 
TANGERANGNEWS-KPK menangkap tangan jaksa DSW yang menerima uang Rp 50 juta yang diduga hasil memeras pegawai BRI. Kajari Tangerang Chaerul Amir yang menjadi atasan DSW menyebut pertemuannya dengan orang yang terkait perkara adalah urusan pribadi.

Hal ini disampaikan Kajari Tangerang Chaerul Amir dengan didampingi pengacara DSW, Syaiful Hidayat dan Kasi Pidsus Kejari Tangerang, Bambang, di Kejari Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang, Senin (14/2/2011). Sebelumnya, Chaerul mengumpulkan semua jaksa dan melakukan pertemuan tertutup pukul 8.00 WIB.

Kepada wartawan, Chaerul menegaskan dirinya tidak mentolerir tindakan DSW. Namun dia mempertanyakan alasan KPK mengenakan pasal 12 huruf e UU 31/1999 yang menilai DSW menyalahgunakan wewenang sebagai jaksa.

"DSW saat itu tentu tidak dalam keadaan dinas, dan tidak ada tugas kedinasan yang dibebankan kepada dia. Artinya, sebetulnya ini pribadi tanpa seizin atasan. Apakah seorang pribadi punya kewenangan untuk memaksa atau memeras?" kata Chaerul.

Chaerul juga mempertanyakan pria berinisial F, Kepala Unit BRI Cabang Juanda, Ciputat, yang memberikan uang kepada DSW. Chaerul menyitir alibi DSW kepada pengacaranya, bahwa F-lah yang mencegat DSW sepulang kerja.

"F menunggu dekat rumah DSW pukul 19.00 WIB. F mengajak DSW pergi ke pusat perbelanjaan di Graha Bintaro," jelas Chaerul.

Lantas dari Graha Bintaro, mereka berpindah ke pasar buah. Kemudian mereka berdua dengan mobil masing-masing pergi lagi di mana F mengikuti mobil Terios hitam B 1835 VFD milik DSW. Di pinggir jalan, DSW berhenti dan membuka pintu belakang. Lalu, F memasukkan amplop coklat ke mobil DSW.

"Tidak lama kemudian, dia dihadang tim dari KPK. Tidak ada kejar-kejaran. Saya mengungkapkan ini untuk menghindari dramatisir pemberitaan dan ini adalah alibi DSW," jelas Chaerul.

Menurut Chaerul, DSW pun mengaku uang Rp 50 juta itu untuk donasi pembangunan masjid. Tapi saat ditanya masjid apa, DSW mengatakan tidak tahu namun memiliki proposalnya. Chaerul mengelak jika disebutkan pertemuan DSW dan F terkait kasus BRI yang tengah disidangkan di pengadilan.

"Pertemuan itu tidak ada kaitannya dengan kasus BRI yang tengah ditanganinya. Kalau dikaitkan dengan BRI, kasus itu sudah dilimpahkan ke pengadilan pada 10 Februari 2011. Sedangkan pertemuan DSW dan F terjadi tanggal 11 Februari 2011," ungkap Chaerul.

Dia menolak menjawab apakah anak buahnya itu dijebak KPK. Namun, Chaerul juga bertanya kenapa F tidak ditangkap KPK.

"Silakan anda mencermatinya. Kita harus menghormati ini sebagai bagian dari kecermatan penyidik. Kalau kata Jubir KPK, DSW diikuti sejak pukul 17.00 WIB. Ke mana F saat penangkapan itu? Kenapa DSW tersangkanya?" tanya Chaerul.

Chaerul akan mengusulkan pencopotan DSW kepada Jamwas Kejagung. Dia pun tidak mau berasumsi soal keterlibatan jaksa lain. Yang jelas, Chaerul membantah kecolongan karena ada jajarannya yang tersangkut kasus pemerasan.

"Nggak (kecolongan). Saya sudah melakukan pengawasan melekat secara kedinasan, apel tiap Senin, pembinaan rohani siap bulan, bimbingan teknis administrasi dalam perkara. Sudah cukup maksimal," dalihnya.(DIRA DERBY)
 
 

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

KAB. TANGERANG
Niat Resign, Pegawai Bank Keliling di Tangerang Disekap dan Dipaksa Masturbasi oleh Bosnya

Niat Resign, Pegawai Bank Keliling di Tangerang Disekap dan Dipaksa Masturbasi oleh Bosnya

Senin, 3 Agustus 2026 | 18:48

Seorang pria yang berprofesi pegawai bank keliling berinisial, PG, 25, menjadi korban penyekapan hingga penganiayaan yang dilakukan lima orang rekan kerjanya, di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill