Connect With Us

RS Awal Bros: Kelingking Maureen Putus karena Dampak Pengobatan

| Kamis, 3 Maret 2011 | 18:45

Maurin Angela, bayi perempuan berusia 8 bulan, yang tinggal di Jalan Besi Raya No 27, RT 05/15, Perum II, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, diduga menjadi korban mal praktek setelah dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang. (tangerangnews / dira)


TANGERANGNEWS-Rumah Sakit (RS) Awal Bros  Tangerang akhirnya buka suara soal bayi Maureen Angela yang kehilangan jari kelingking usai dirawat di rumah sakit tersebut. Namun pihak dokter yang memberikan keterangan, tidak memberikan kesempatan jurnalis untuk bertanya.

Konferensi pers itu digelar di lantai 5 RS AB di Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Kota Tangerang, kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Elizabeth, dokter yang menangani Maureen, bicara panjang lebar mengenai penyebab putusnya jari Maureen.

"Anak Maureen datang ke IGD tanggal 16 November 2010 dengan alasan tidak sadar, kejang, nafas tersengal-sengal, denyut jantung sangat cepat, demam tinggi, kekurangan cairan berat, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh," kata dr Elizabeth memulai penjelasannya.

Karena kondisi tersebut, tim dokter yang bertugas di IGD lantas mengambil langkah-langkah medis untuk mengatasi kegawatdaruratan tersebut. Maureen diberi cairan bicnat yang disuntikkan jarum infus.

"Karena kandungan pH darahnya asam, maka diberi cairan bicnat sebelum dilakukan tindakan, kami telah meminta persetujuan keluarga dan telah disetujui," kata dr Elizabeth.

Seperti pasien anak-anak lainnya, jarum infus yang terpasang di tangan Maureen lantas dibalut dengan perban. Hal itu dilakukan agar jarum tidak lepas. "Pemantauan dilakukan dengan baik terbukti aliran infus berjalan dengan baik," ujarnya.

Elizabeth mengatakan, dengan penanganan itu, kondisi Maureen berangsur-angsur membaik dan nyawanya terselamatkan. Elizabeth menduga, dengan membaiknya Maureen, maka kemungkinan tangan Maureen bergerak-gerak sehingga mengakibatkan cairan infus merembes ke tangan.

"Rembesan itu mengakibatkan kerusakan pada ujung jari kelingking kanan. Kerusakan jaringan tersebut merupakan suatu hal yang sangat tidak kita harapkan terjadi akan tetapi tindakan yang sudah kami lakukan adalah demi menyelamatkan nyawa pasien," kata Elizabeth.

"Dampak dari risiko yang dapat terjadi dalam suatu proses pengobatan dapat terjadi pada siapa pun. Semua yang kami lakukan kepada anak Maureen adalah suatu upaya untuk menyelamatkan nyawa pasien," lanjutnya.

Elizabeth mengakhiri penjelasan dengan akan memberikan waktu kepada pihak keluarga untuk berkomunikasi. "Kami selaku manajemen rumah sakit akan senantiasa menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga pasien," katanya.

Setelah penjelasan panjang lebar itu, jurnalis yang meliput pun mencoba bertanya kepada tim dokter yang berada di ruang konferensi pers. Namun mereka langsung angkat kaki tanpa mengindahkan pertanyaan-pertanyaan wartawan. (DIRA DERBY)
 

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill