Connect With Us

Pembunuh dan Pemerkosa Dua PRT Modernland Diduga Tukang Bakso

| Selasa, 24 Mei 2011 | 19:24

Rumah tempat kedua PRT dibunuh, di daerah perumahan mewah Modernland, Cikokol, Kota Tangerang. (tangerangnews / rangga)

TANGERANG – Aparat kepolisian masih terus memburu pembunuh dua orang pekerja rumah tangga perumahan elit Modernland Jalan Raya Taman Golf Block DG 2 Nomor 118 RT.01/RW.14, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh pada 17 Mei lalu.
 
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Tapip Yulianto mengatakan, pihaknya telah memeriksa 8 orang saksi yang diantaranya sempat dijadikan tersangka, yakni pacar korban yang berinisial S.

Hanya saja, setelah dilakukan pemeriksaan intensif dari bukti di tempat kejadian perkara ( TKP), berupa sempel darah yang ada, tidak ditemukan bukti kuat bahwa pacar korban adalah pelakuknya.

“Kami masih mengejar pelaku pembunuhan dua PRT tersebut. Dari keterangan para saksi termsuk, pacar korban yang semula kami tetapkan sebagai tersangka, sudah ada titik terang soal pelaku ini. Sedangkan pacar korban sendiri sementara kami bebaskan karena belum terbukti sebagai pelaku,” katanya.

Berdasarkan keterangan Tapip, pihaknya menduga pelaku masih orang dekat korban dan dikenal baik oleh korban. Adapun yang menjadi target sementara ini, adalah salah satu pedagang keliling yang akrab dengan korban. “Kami mencurigai tukang bakso langganan korban pelakunya. Dan kini sedang kami kejar pedagang keliling ini, karena menghilang sejak kejadian tersebut,” terangannya.

Disinggung soal identitas jelas tersangka, Tapip mengatakan, bahwa pelaku adalah orang luar Tangerang dan kini belum jelas keberadaannya dan masih dalam pencariannya. Sedangkan untuk ciri-ciri, usia, ataupun identitas pelaku, pihaknya mengaku masih belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam proses penyelidikan.

“Keterangan ini kami dapatkan langsung dari tersangka awal yang ternyata tidak terbukti bersalah setelah dilakukan tes laboratorium golongan darahnya. Sementara identitas pelaku ini sengaja kami tidak beritahu guna kemudahan penangkapan,” tandasnya.

Sebelumnya, dua orang PRT Modernland yakni Sarni ,22, dan Maryani ,25, ditemukan tewas dengan kedua tangan terikat ke belakang dan luka bocor di kepala akibat pukulan benda keras. Tak hanya dibunuh, diduga dalam aksi itu juga terjadi pemerkosaan terhadap salah satu korban karena ditemukan dalam posisi setengah telanjang, polisi juga menemukan sebuah kondom bekas dipakai. (DRA)

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

TEKNO
Pakar Keamanan Siber Asal Indonesia Temukan Celah Kritis di NASA

Pakar Keamanan Siber Asal Indonesia Temukan Celah Kritis di NASA

Jumat, 4 September 2026 | 01:02

Praktisi keamanan siber asal Indonesia, Stephanus Sunarto Purnomo, berhasil menemukan celah keamanan pada sistem NASA. Setelah melalui proses validasi mendalam, celah ini berpotensi memaparkan lebih dari 5.000 kredensial internal.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

TANGSEL
Proyek Pengenali Banjir dan Longsor di Tangsel Baru 30 Persen, Pilar Minta Dikebut Sebelum Musim Hujan

Proyek Pengenali Banjir dan Longsor di Tangsel Baru 30 Persen, Pilar Minta Dikebut Sebelum Musim Hujan

Kamis, 3 September 2026 | 20:13

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill