Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Kemacetan parah yang terjadi tiap hari di perlintasan kereta depan Stasiun Poris, Jalan Maulana Hasanudin, Kota Tangerang, mendapat tanggapan dari Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Tangerang Faldo Maldini.
Kemacetan parah yang kerap terjadi di perlintasan kereta Tangerang-Jakarta tersebut bisa mencapai satu kilometer. Pengendara harus mengantre hingga satu jam bahkan lebih untuk dapat melintas rel kereta api.
"Kemacetan di sekitar Stasiun Poris bikin stres dan membuang banyak waktu di jalan," katanya, Selasa 20 Agustus 2024, malam.
Bacalon yang diusung Partai Gerindra, PSI, Nasdem dan PAN ini, berkomitmen segera membangun flyover untuk mengurai kemacetan.
"Dan akan dibuat fasilitas pendukung yang memudahkan masyarakat dan penumpang KA commuter line berpindah ke moda transportasi umum lain dengan lebih aman dan nyaman," tambahnya.
Kemacetan di sekitar stasiun poris juga mendapat tanggapan dari warga sekitar. Bayu warga Poris mengeluhkan selalu berhadapan dengan kemacetan.
"Setiap hari selalu macet parah. Praktis terjadi penumpukan kendaraan baik mobil dan sepeda motor di ruas jalan tersebut," kata Bayu.
Bayu berharap, ada upaya konkret Pemerintah Kota Tangerang mengurai kemacetan yang terjadi di perlintasan kereta api stasiun Poris tersebut.
"Ya kita minta Pemerintah Daerah tanggap atas kemacetan disekitar stasiun Poris," pungkasnya.
Sementara itu, warga lainnya Nanang kurniawan mengatakan, biang macet di sekitar stasiun poris itu tukang ojek dan angkot yang mangkal, serta banyak parkir kendaraan pribadi di bahu jalan bahkan.
"Sebelum dan sesudah adanya pelebaran jalan, faktor hal tersebutlah yang menjadi penyebabnya," imbuhnya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terkait penularan penyakit infeksi saluran pernapasan, Influenza A.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews