Connect With Us

Malas Tempel Gambar WH, Lurah Buaran Indah Pecat Ketua RW

| Kamis, 30 Juni 2011 | 18:16

Ketua Rukun Warga (RW) 03, Sukinem, 53, di Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang (tangerangnews / rangga)

 
TANGERANG-Seorang Kepala Rukun Warga (RW) 03, Sukinem, 53, di Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, dipecat oleh Lurah setempat karena diduga tidak mendukung Wali Kota Wahidin Halim (WH) sebagai Calon Gubernur Banten.

Sukinem menjelaskan pemecatan terhadap dirinya ini terjadi pada Jumat (23/6) lalu. Menurutnya hal itu dilatarbelakangi karena ia tidak mau mendukung Wahidin Halim. “Saya memang tidak pernah bantu, seperti menempel-nempel atribut WH. Karena memang saya tidak mau diatur-atur,” katanya ketika ditemui di rumahnya di Jalan pelopor, RT 5/3, Kelurahan Buran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Kamis (30/6).
 
 Sukinem mengaku sebelumnya sudah mendapat intimidasi dari Lurah setempat. Karena Sukinem menjabat sebagai Wakil Pengurus Kecamatan Golkar Tangerang, sehingga terkesan mendukung Atut. “Saya sudah diintimidasi, katanya kalau dukung Ibu Atut, tidak usah dibantu. Lurah juga bilang, kalau buang kader satu juga nantinya akan tumbuh seribu,” ungkapnya.
 
 Dijelaskannya, buntut dari perseteruan ini, pada Selasa (21/6), para ketua RT diberi surat kaleng yang berisi perihal menonaktifkan dirinya sebagai ketua RW. Surat tersebut disebar oleh ketua RT 04, Idris. “Isi surat itu, saya minta rekomendasi mundur menjadi ketua RW dan minta persetujuan para ketua RT. Padahal saya tidak pernah dapat surat itu,” kata Sukinem.
 
 Lalu, pada Jumat (23/6) malam. Para ketua RT di RW 04 dikumpulkan oleh Lurah. Saat itu juga, jabatannya dicopot dan diganti oleh Ketua RT 1, Marwan. “Saya kira malam itu  Lurah mau meneyelesaikan masalah surat kaleng itu, tapi malah memecat saya. Sekertaris Lurah langsung membawa stempel RW dan mengamankan surat kaleng itu,” terang Sukinem.
 
 Sukinem mengaku kecewa dengan pemecatan yang dilakukan Lurah karena maslaah dukungan Politik. Pahahal, kata dia, Lurah sendiri yang menunjuknya menjadi ketua RW. Meski jabatannya sudah diganti, ia juga belum mendapat surat resmi pemberhentian dirinya.

“Kalau mamu memecat saya, bukan begini caranya. Sampai sekarang saja saya belum dikasih surat pemberhentian,” terangnya.

 Sementara ketika ingin dikonfirmasi terkait pemecatan tersebut, Lurah Buaran Indah Safillah, tidak berada ditempat. Begitu juga dnegan Sekertaris Lurah (Sekel) Tatang. “Bapak (Safillah) sedang keluar. Kalau Sekel sedang rapat di Kecamatan,” ujar salah satu staff Kelurahan Buaran Indah.(RAZ)

KOTA TANGERANG
Tolak Bayar Japrem Rp10 Ribu Per Hari, Pedagang Buah Bentrok dengan Preman di Ciledug, 5 Luka Bacok

Tolak Bayar Japrem Rp10 Ribu Per Hari, Pedagang Buah Bentrok dengan Preman di Ciledug, 5 Luka Bacok

Jumat, 3 Juli 2026 | 01:35

Aksi premanisme berujung bentrokan berdarah terjadi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang pada Rabu 1 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Hal ini dipicu para pedagang buah yang menolak membayar jatah preman

NASIONAL
Purbaya Sebut Pengangguran dan Kemiskinan Menurun Sepanjang 2025

Purbaya Sebut Pengangguran dan Kemiskinan Menurun Sepanjang 2025

Kamis, 2 Juli 2026 | 19:04

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen serta tingkat kemiskinan menjadi 8,25 persen sepanjang 2025.

TANGSEL
75 Anak Keluarga Prasejahtera di Kawasan BSD Lulus Program PASP Do & Learn

75 Anak Keluarga Prasejahtera di Kawasan BSD Lulus Program PASP Do & Learn

Selasa, 30 Juni 2026 | 16:43

Sebanyak 75 anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah di kawasan BSD City dan sekitarnya resmi dinyatakan lulus dari program Pembinaan Anak Usia Dini dan Parenting (PASP) Do & Learn Angkatan XII.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill