Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TANGERANGNEWS.com-Ketersediaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon mulai langka di Kota Tangerang. Kelangkaan Gas tersebut pun dikeluhkan masyarakat termasuk penjual.
Tio, pedagang warung Madura di Kecamatan Karawaci, mengaku kelangkaan gas melon ini sudah terjadi sejak sepekan lalu.
"Iya, gas yang tabung melon saat ini langka sudah sekitar seminggu. Kadang sehari ada sehari tidak. Banyak warga mengeluh," ungkapnya, Sabtu 1 Februari 2025.
Tio menambahkan gas melon emang diperlukan untuk memasak untuk ibu rumah tangga maupun warung makan.
"Kalau ada gas berapa jam saja, sudah habis paling sehari distok 5 tabung saja," ujarnya.
Menurutnya, kelangkaan gas itu disebabkan karena faktor cuaca yang ekstrem, sehingga supplier kesulitan untuk mengirim gas ke warung-warung.
"Pas dateng ke warung tuh katanya yang nganterin gas, mobil-mobilnya tuh belum pada dateng. Mungkin efek dari ujan pas imlek juga kali ya, banjir. Mungkin distribusnya jadi susah," ungkapnya.
Sementara, Ajie pedagang makanan juga mengeluhkan kelangkaan gas melon. Dirinya sudah mencari keberbagai warung kelontong hingga agen gas, namun stok benar-benar habis.
"Kita bingung nih nyari gas kemana lagi, kalau stok dimana-mana habis. Ke SPBU kosong, ke pangkalan juga kosong," bebernya.
Untuk kebutuhan rumah makan, gas melon memang sangat diperluka. Biasanya dia dan keluarga menggunakan 1 tabung gas untuk keperluan sehari-hari.
"Biasanya saya beli itu 2-3 gas, untuk stok di rumah. Terus tadi saya beli di warung madura maskimal 1 orang cuma bisa beli 2 gas. Tidak bisa lebih, apalagi waktu buat masak juga butuh gas lebih banyak," tuturnya.
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga yang menjadi penyumbang besar tumpukan sampah di wilayah tersebut.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan sementara di ruas Jalan K.S Tubun Karawaci, mulai 28-31 Januari 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews